Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang muncul. Naia mengusap air mata buayanya, cengar-cengir karena akhirnya …- "Yes! Akhirnya bujangan kadaluarsa-ku ini bersedia menikah juga," gumam Naia pelan, sangat girang dan riang. Ketika kembali menghadap putranya, Naia langsung menunjukan ekspresi galak. "Secepatnya kamu temui perempuan itu dan bawa dia ke keluarga kita. Jika tidak, Mama akan berhenti jadi ibumu. Mama kecewa!" "Baik, Mah," jawab Kaizen datar–nada biasa yang sudah melekat dengan suaranya. ✿✿✿ "Papai, Mama," ucap Aluna, setelah itu mematikan sambungan telepon–handphonenya yang lain. Saat ini dia berada di kamar, dia habis bertelponan dengan orang tuanya yang masih di LA. Or
Last Updated : 2026-04-16 Read more