Home / Romansa / Suami Dinginku Galak Tapi Manis! / 281. (G) Pembicaraan Orang Sakit

Share

281. (G) Pembicaraan Orang Sakit

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-08-08 23:54:37

"Jika pernikahan putramu hancur karena dia, apa kau mau tanggung jawab?!" geram Kaizen lagi.

Aluna diam, lidahnya langsung kelu dan tubuhnya menegang kaku. Sudah lama Kaizen tak marah padanya, bahkan Aluna sudah lupa kapan terakhir suaminya marah padanya. Namun, malam ini— dia merasakan kemarahan suaminya lagi. Rasanya menakutkan, menyakitkan, dan menohok hati.

"Kasihan itu boleh, tetapi jangan sampai rasa kasihanmu padanya melukai orang lain." Kaizen kembali berkata dingin, "lagipula bukan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi ... Sera kita ini orangnya nggak akan mau kalah, Kak. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
goodnovel comment avatar
riyha_
suka sama sera jangan mau mengalah sama safara.dia udah rebut malam pertamamu jangan sampai dia rebut Xavier juga.semangat sera aku padamu hehe ,(⁠☆⁠▽⁠☆⁠)
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   [EP] IgenTa

    Kemudian Raigen masuk ke mobilnya dan segera mengemudi, membawa Inggita untuk ikut makan siang dengannya. Sebenarnya Inggita sedikit loading saat di dalam mobil, dia bertanya-tanya pada dirinya kenapa dia mau-mau saja dibawa oleh Raigen? Maksudnya, pria ini sama sekali tak mengatakan apa-apa padanya—tak bilang ingin ke mana dan tak mengajak juga secara lisan. Pria ini hanya menarik Inggita dari ruangan Aluna, dan Inggita langsung bersedia pergi begitu saja. Inggita sempat panik karena trauma dilabeli bersikap seenak hati oleh staff baru di sini, akan tetapi rasa panik itu langsung ia kubur ketika mengecek jam, di mana jam menunjukkan waktu makan siang. Sekalipun begitu, Inggita tetap ingin memastikan. "Mas, kita mau ke mana?" tanya Inggita setelah dia dan Raigen di dalam mobil—keluar dari area parkir. "Makan siang," jawab Raigen santai. "Oh." Inggita hanya ber-oh-ria. Inggita sebenarnya ingin bertanya lagi agar obrolannya dengan Raigen tetap lanjut. Namun, tiba-ti

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Bu, ma-maaf yah," cicit Inggita dengan nada pelan, menatap tak enak hati dan takut-takut pada Aluna. Aluna senyum kecut, menunjukkan ekspresi muram campur tertekan. Seseram itukah lukisan yang dia buat sampai-sampai Inggita mengira Raigen salah satu murid pengabdi setan? "Tidak apa-apa, Kak. Lukisanku memang layak dibully," ucap Aluna sambil senyum kaku campur malu pada Inggita. "Maaf yah, Bu," ucap Inggita, lagi-lagi meminta maaf karena terlalu tak enak hati pada Aluna. Bagaimanapun Inggita merasa bersalah. Jika dia tahu itu lukisan milik Aluna, sungguh Inggita tak akan menanyakannya pada Aluna. Lebih baik dia menahan mulutnya supaya tak menyinggung soal lukisan menyeramkan di ruang makan itu. "Ambil positifnya, Aluna." Raigen menyahut dari tempatnya, masih menatap adiknya dengan sorot muka geli, "setidaknya sekarang kau tahu aliran lukisanmu lebih condong ke arah mana." "Nggak usah sok memuji kalau ada niat untuk menghujat. Kalau mau menghujat, terus terang saja, Kak." A

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    Inggita mengerjap berulang kali sambil menatap campur aduk pada Raigen. Sejujurnya dia juga tak tahu kenapa dia meminta maaf pada pria ini. "Anu … itu … Mas Raigen nggak makan buburnya. Mas merajuk yah? Kalau merajuk, berarti aku bikin kesalahan. Kalau aku bikin kesalahan berarti aku harus memint maaf," jelas Inggita, melepas tangannya dari Raigen—menatap pria itu dengan raut muka gugup. "Cih." Raigen berdecih geli, berakhir tertawa kecil sambil menatap lucu pada istrinya. "Siapa yang merajuk, Wifey?""Trus kenapa buburnya dimakan?" Inggita menatap bingung pada Raigen. Biasanya seseorang tak mau makan, kebanyakan itu karena sedang bad mood atau merajuk kan? Raigen menaikkan sebelah alis, senyum tipis pada istrinya. "Aku sangat suka memandang keindahan.""Hah?" Inggita menatap aneh pada suaminya. Dia menoleh ke arah samping, menahan sebuah lukisan horor yang dipajang di dinding. Demi apapun! Lukisan di ruang makan ini horor semua, tak ada keindahan sedikitpun. Tapi …mungkinkan luki

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Mending aku main sama kerbau daripada punya teman kayak dia." Raigen menaikkan sebelah alis, cukup kaget menatap istrinya yang berbicara panjang lebar dan cepat. Sudut bibir Raigen terangkat, membentangkan senyuman lebar yang geli karena lucu pada Inggita. Ah, lagi-lagi Raigen menemukan keanehan di dalam diri perempuan ini. Saat Inggita Inggita menggunakan kacamata, perempuan ini berbicara sangat berhati-hati dan sopan. Nada dan cara bicaranya terkesan formal. Namun, ketika kacamata perempuan ini dilepas, cara bicaranya sangat cepat. "Humm." Raigen berdehem rendah, tiba-tiba mendekatkan tubuhnya ke arah tubuh Inggita. Anehnya saat dia mendekat ke arah perempuan ini, Inggita biasa saja. Biasanya, saat Raigen mencoba mendekatinya Inggita selalu menunjukkan respon waspada, gugup, dan grogi. Tetapi tanpa kacamata, perempuan ini tidak menunjukkan gestur waspada. Smirk tipis seketika muncul di bibir Raigen. Dia ingin mencoba sesuatu! "Malam ini kau sangat cantik, Gita," ucap

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Aluna, aku boleh bergabung dengan kalian tidak? Kebetulan ke-dua temanku ingin berkenalan dengan istrinya Kak Raigen," ucap Seana, menatap Aluna dengan senyum tipis dan ekspresi yang ia jaga supaya tetap anggun. Aluna menatap Seana secara datar, setelah itu beralih menatap ke-dua teman perempuan itu. "Silahkan," jawab Aluna. Seana kembali senyum manis pada Aluna. Dia dan teman-temannya duduk lalu segera menatap fokus ke arah Inggita. "Hai, Inggita," sapa Seana, manis dan ceria. Inggita senyum kaku, balik menyapa perempuan tersebut. "Hai," sapanya. "Kupikir Kak Raigen tak akan membawamu ke pesta sepertinya ini soalnya ini pesta orang-orang berkelas. Ternyata Kak Raigen cukup nekat membawamu yah," ucapnya, lagi-lagi dengan nada manis sambil senyum lembut pada Inggita. "Apaan dah kamu ngomong gitu?" Sza yang memang kesabarannya cukup tipis, langsung menunjukkan ketidak sukaan pada Seana. Alisnya menekuk dan ekspresinya tampak kesal. "Maaf kalau aku salah bicara," ucap Sea

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   (EP) IgenTa

    "Ada apa, Gita?" tanya Raigen, mengamati wajah istrinya yang tampak cemas dan gelisah. Inggita mendongak pada Raigen, senyum kaku lalu menggelengkan kepala. "Kurasa Aluna sudah sering membawamu untuk menghadiri acara seperti ini, jadi seharusnya kau sudah biasa karena ini tidak jauh berbeda dengan acara yang sering kau hadiri bersama Aluna, Sweetheart," ucap Raigen, mencoba menenangkan istrinya yang tampak gugup dan cemas. Inggita lagi-lagi mendongak pada Raigen, dia mengerjap beberapa kali lalu berkata, "tapi ini berbeda, Mas. Soalnya aku datang sebagai istri Mas Raigen. Aku … aku takut pada pandangan orang-orang terhadapku," jujurnya. Raigen menaikkan sebelah alis, diam untuk mengamati sejenak raut muka istrinya yang masih gelisah dan gugup. Entah kenapa Raigen tiba-tiba teringat dengan mantan istrinya yang juga mudah sekali insecure, seperti Inggita saat ini. Bedanya, Shela lebih dulu merasa hebat, berbangga diri, dan mengklaim dirinya lebih wah dari pada lain. Namun, ke

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

  • Suami Dinginku Galak Tapi Manis!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status