Dari kejauhan, di menara timur, Belliza adalah salah satu yang paling jelas melihat saat pedang Myrrathis menembus dada Raja Geraldine.Untuk sesaat, dunia di sekelilingnya seperti hilang suara. Angin yang membawa debu perang berhenti. Tarikan napasnya berhenti. Bahkan detak jantungnya sendiri terasa berhenti.Belliza tidak sadar, ia sudah maju selangkah.Tangannya terulur, mencengkeram pembatas balkon. Ada sesuatu di dadanya... sebuah rasa yang tak ia mengerti, campuran antara lega, kagum, takut, dan… perasaan yang menyakitkan, semacam tarikan kuat dari dalam jiwanya sendiri. Ia menatap Myrrathis lama.Di sampingnya, Lucarien baru bisa bersuara setelah beberapa detik. "Dia benar-benar melakukannya," bisiknya terkejut. Busur di tangannya sempat turun. "Kerja yang luar biasa, Myrrathis."Namun Belliza tidak menyahut. Ia masih terpaku sepenuhnya pada sosok itu.Sementara itu di balkon istana tertinggi, Kaisar dan Derenth menyaksikan hal yang sama. Derenth mendadak tercengang, mulutnya s
Terakhir Diperbarui : 2026-05-09 Baca selengkapnya