**“Orion, ada apa denganmu?” Vega bertanya dengan benar-benar heran. Dahinya berkerut dalam, memandang suaminya.“Ayo, ikut aku keluar dari sini ….” Orion menarik lengan wanitanya untuk bangun dari ranjang. Ia melepas mantelnya dan menyelubungkan pada tubuh Vega. Lalu di depan pintu, pria itu kembali menarik yang lebih muda ke dalam dekapan.“Jaga dirimu, Vega. Aku janji tidak akan lama. Jika keadaan sudah membaik, aku akan membawamu kembali dan tidak akan mengurungmu di sini lagi. Kita akan hidup bersama dengan bahagia.”Orion terdengar sangat waras kala mengatakan itu. Ia melepas pelukan, mengecup dahi Vega lama, juga kedua pipinya.“Aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu.”Hati Vega rasanya bergetar. Pernyataan itu bukan main-main, Vega tahu. Namun demikian, sepertinya Orion tak punya waktu untuk berlama-lama.Ia menggandeng tangan Vega menuju pintu kayu setebal baja, dan memutar anak kuncinya. Semakin kencang saja getaran dalam hati Vega. Dalam beberapa detik, ia akan mengh
Ler mais