Se connecter(18+) Vega Capella menikah dengan dua laki-laki! Di hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru, Vega Capella justru terjebak dalam takdir yang tak pernah ia bayangkan. Dijodohkan dengan Orion Reagan—putra konglomerat yang dingin dan penuh misteri—Vega sudah menyiapkan diri untuk menjalani pernikahan tanpa cinta. Namun saat janji suci terucap di depan altar, pria yang menggenggam tangannya bukanlah Orion. Melainkan Antares Reagan, saudara kembarnya. Kesalahan yang seharusnya bisa dibatalkan berubah menjadi ikatan yang tak bisa diputus. Sebuah janji telah diucapkan, dan dalam dunia keluarga Reagan, janji adalah hukum. Kini, Vega bukan hanya istri dari satu pria—melainkan dua. Di antara Orion yang penuh rahasia dan Antares yang tak terduga, Vega harus bertahan dalam permainan emosi, kekuasaan, dan cinta yang rumit. Tapi semakin lama ia berada di antara mereka, semakin ia menyadari, ada sesuatu yang disembunyikan oleh kedua pria itu. Sesuatu yang mungkin akan menghancurkan semuanya. Atau justru menghancurkan dirinya terlebih dulu.
Voir plus**Satu Tahun Kemudian“Please, bertahan. Kau bisa, Sayang. Aku di sini, kau bersamaku ….”Sepasang mata kelabu milik Antares itu basah. Jemarinya yang panjang gemetaran, menggenggam tangan pucat dan lemah milik Vega.Sebenarnya, ini adalah kali pertama Vega melihat Antares begitu emosional sampai menangis sepanjang ia mengenal pria itu.Namun, keadaan membuatnya tak mampu mencerna informasi nonverbal apapun yang ada di sekelilingnya saat ini.“Ssh … sakit sekali, Ares. Aku rasanya mau mati ….”“Tidak! Tidak, ayo berjuang sedikit lagi. Kau bisa, kau pasti bisa!”Vega memejamkan mata sesaat kala tekanan kencang seperti nyaris merobek bagian bawahnya. Selang oksigen yang membantu napasnya seperti tidak berguna. Ia merasa tercekik.“Dokter, tolong istriku! Lakukan sesuatu!” Antares berseru kepada wanita yang mengenakan pakaian steril biru muda di sampingnya. Yang anehnya, perempuan itu justru tersenyum.“Tidak bisa terburu-buru, Tuan. Kita harus mengikuti alur. Pembukaan masih belum leng
**"Apa kau yakin ini adalah keputusan yang paling tepat, Vega? Kau sudah memikirkan dengan sebaik-baiknya?"Vega mengangguk. Ia tersenyum, membalas genggaman tangan ibu mertuanya yang hangat."Keputusan yang tepat adalah membiarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya, Ibu. Segalanya sudah tertata dengan sangat baik. Aku tidak ingin melakukan sesuatu yang salah. Perubahan hanya akan membuatnya rusak.""Kau sangat bijaksana." Lyra mengusap pipi menantunya yang bersemu kemerahan. "Aku dan ayahmu tidak akan melakukan apapun. Kami hanya akan meneruskan dan merawat perusahaan. Kelak jika anak-anak kalian sudah cukup mampu, kami akan kembalikan semuanya kepada mereka. Kepada kalian, yang memang berhak.""Aku sangat berterima kasih."Vega menjatuhkan diri ke dalam pelukan Lyra, dan wanita itu membalas dengan hangat. Kedua perempuan itu berpelukan lama. Lyra menambahkan tepukan-tepukan lembut di punggung Vega."Harus kau tahu, aku dan ayahmu sebenarnya keberatan jika kau meninggalkan mansi
**DARR!Suara letusan itu datang tepat bersamaan dengan ketika Draco menarik pelatuk pistolnya hingga memuntahkan peluru yang bersarang tepat di dada sang cucu pertama.Lalu bersamaan pula dengan rebahnya tubuh Orion, tubuh Draco pun demikian.Pistol yang masih berasap terjatuh dari tangannya, seiring dengan tubuh tua yang terkulai pelan. Tidak seperti Orion yang masih sempat mengucapakan kata perpisahan terbata-bata kepada Vega, Draco tidak sempat sama sekali.Ia bahkan tidak tahu siapa yang menembakkan peluru hingga menembus belakang kepalanya. Hanya dalam waktu kurang dari tiga detik, hidup Draco Reagan berakhir dengan tragis.Sudah benar-benar berakhir. Darah menetes menuruni lehernya, matanya separuh memejam, dan ekspresi wajah terakhirnya kosong tak ada apapun.Tapi Antares melihatnya dengan sangat jelas. Pria itu kebingungan harus bereaksi bagaiamana. Sebab bersamaan dengan saudara kembarnya yang sekarat, kenyataan yang mencengangkan jelas terpampang di depan kedua matanya."S
**Jantung Vega rasanya seperti berhenti berdetak.Sepasang iris birunya melebar panik, kala melihat ujung pistol milik Draco yang sama sekali tidak bergerak. Lurus mengarah ke jantungnya.Perempuan itu memejamkan mata sejenak.Jika aku mati hari ini … Ya, sepertinya aku akan mati hari ini ....“Kau akan berakhir sama seperti kakekmu, Vega Capella. Pria bodoh yang percaya bahwa semua makhluk di dunia ini memiliki hati yang baik.”Vega tercekat mendengar kata-kata itu. Matanya kembali terbuka.“Ka-kau ….”“Kau sama bodohnya seperti kakekmu. Dan pada akhirnya, kau pun akan berakhir sama seperti dia. Mati di tanganku.”“Apa yang kau katakan?” Bibir Vega bergetar, membuat suaranya ikut parau. "Ja-jangan bercanda ...."Ia tidak mau mempercayai pendengarannya. Namun kata-kata itu terucap dengan sangat jelas.“Aku yang membunuh Kakekmu. Ayah dan ibumu, yang adalah ahli waris sah. Juga paman dan bibimu yang keberadaannya sempat mengancam kedudukanku. Sekarang tiba giliranmu. Kau juga akan ber
**“Kakek ….” Vega memandang dua lembar kertas tebal di atas meja itu, lalu beralih kepada pria tua di hadapannya. Dahinya berkerut, ragu-ragu hendak menanyakan hal ini. Kendati begitu, perempuan itu tetap bersuara. “Tiketnya hanya ada dua lembar saja?”“Kau benar.” Senyum lebar Draco menghiasi waj
**Metropole Royal Hospital, ruang VVIP.Pria bersurai putih itu menyesap chamomile tea hangat yang baru saja ditinggalkan suster untuknya. Mulutnya mencecap rasa manis lembut dan aroma wangi yang menguar bersama uap panas di permukaan gelas, sementara sepasang mata gelapnya lurus memandang layar l
**“Harus … apa?”Vega tercengang. Sepasang mata birunya membola saat memandang si maid yang tampaknya juga jadi salah tingkah sendiri sebab pesan aneh yang baru saja ia sampaikan. Kendati demikian, semua pekerja di rumah besar itu terpilih dan profesional. Mereka akan tetap laksanakan dengan baik,
**“Orion ….”Vega menyebut namanya tanpa sadar. Ia bergerak mundur hingga tubuhnya menempel di dinding. Pria di ambang pintu itu masih tidak mengatakan apapun, tapi Vega gemetar. Rasanya Orion sedang menangkap basah dirinya yang sedang melakukan hal memalukan.“Tidak bisakah kau menunggu kami sele






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.