LOGIN(18+) Vega Capella menikah dengan dua laki-laki! Di hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru, Vega Capella justru terjebak dalam takdir yang tak pernah ia bayangkan. Dijodohkan dengan Orion Reagan—putra konglomerat yang dingin dan penuh misteri—Vega sudah menyiapkan diri untuk menjalani pernikahan tanpa cinta. Namun saat janji suci terucap di depan altar, pria yang menggenggam tangannya bukanlah Orion. Melainkan Antares Reagan, saudara kembarnya. Kesalahan yang seharusnya bisa dibatalkan berubah menjadi ikatan yang tak bisa diputus. Sebuah janji telah diucapkan, dan dalam dunia keluarga Reagan, janji adalah hukum. Kini, Vega bukan hanya istri dari satu pria—melainkan dua. Di antara Orion yang penuh rahasia dan Antares yang tak terduga, Vega harus bertahan dalam permainan emosi, kekuasaan, dan cinta yang rumit. Tapi semakin lama ia berada di antara mereka, semakin ia menyadari, ada sesuatu yang disembunyikan oleh kedua pria itu. Sesuatu yang mungkin akan menghancurkan semuanya. Atau justru menghancurkan dirinya terlebih dulu.
View More**Vega mengerutkan alis. “Memangnya kau dari mana saja dua hari ini, ha?”“Aku ada urusan bisnis, Say–”“Semendesak itukah urusan bisnismu? Kau sama sekali tidak curiga karena aku menghilang selama dua hari?”Giliran Antares yang mengerutkan kening sekarang. Kendati demikian, wajahnya tampak sumringah. “Ah, kau sangat merindukanku, ya? Kau mulai bersikap posesif kepadaku. Aku sangat suka–”“Diam!”“Haha … aku benar-benar ingin menidurimu sekarang, Sayang.”Jika saja keadaan di luar sedang tidak genting dan dirinya tidak sedan mejadi target buruan, Vega pasti sudah meninggalkan Antares di dalam kabin mobil sialan itu. Demi apapun, sifat mesum pria ini sudah melewati batas mengkhawatirkan.“Sorry, Baby. Jadi sekarang katakan, apa yang terjadi? Ke mana perginya ponselmu, dan mengapa kau dikejar-kejar oleh anak buah Orion? Dan lagi, apa maksudmu kau jatuh dari balkon?”Vega mendengus. Rasanya ia muak jika harus mengingat semuanya kembali.“Dia menyekapku di kamar tamu setelah aku menemui
**“... hmpp!”Maksudnya, Vega sedang berusaha menjerit dengan keras. Tapi karena mulutnya tengah dibekap erat oleh sebuah telapak tangan besar, jadilah ia hanya bisa mengeluarkan suara-suara dengung teredam yang tidak jelas.Tubuh kecilnya meronta-ronta, berusaha melepaskan diri. Namun cengkeraman kuat satu lengan yang melingkari pinggangnya, membuat usaha itu nihil.Demi Tuhan, Vega ketakutan. Semua hal buruk sedang berpusar dalam benaknya seperti angin ribut. Bagaimana jika ia ditangkap oleh monster monyet kelaparan yang akan menelan separuh kepalanya, lalu menyisakan separuh seperti kata-kata pria yang tadi itu?Atau lebih buruk, psikopat gila yang akan melarutkan tubuhnya di dalam tong berisi cairan asam hingga tidak bisa ditemukan selamanya?Tidak ….Vega merintih. Air matanya jatuh menuruni kedua pipi dan telapak tangan yang masih membekap mulutnya itu. Sementara tubuhnya terus dibawa masuk ke dalam hutan yang gelap.Sekarang, bahkan cahaya dari lorong-lorong mansion tidak ke
**Ternyata keadaan hutan itu nyaris persis dengan apa yang Vega bayangkan.Siluet gelap pepohonan rapat menghimpit, menciptakan ilusi mengerikan seperti sedang ada mata-mata gelap yang mengintai di dalamnya.Ranting-ranting lembab berkemeresak saat diinjak, menimbulkan bunyi distorsi seperti berpasang-pasang langkah kaki yang melangkah bersamaan.Dingin dan lembab, basah sisa hujan yang belum sempat menguap. Tetes-tetes air yang jatuh dari kanopi pepohonan seperti jarum es.Vega menggigil. Ia memeluk dirinya sendiri, mengendap mencari tempat yang cukup kering dan aman untuk bersembunyi.“Bersembunyi dari apa?” Ia berbisik lelah. Akhirnya putus asa dan memilih berjongkok sembari memeluk dirinya sendiri di bawah sebatang pohon entah apa. “Kupikir tempat ini bisa kusebut rumah. Ternyata isi di dalamnya adalah sekumpulan psikopat dengan rupa cantik.”Ya, benar.Sampai titik ini, Vega seperti mulai bisa membaca sikap dari masing-masing penghuninya.Draco, Altair, Lyra, dan kedua kembar be
**Bruk!“Demi Tuhan!”Satu meter sebelum menyentuh tanah, Vega kehilangan keseimbangan dan tergelincir. Tirai tebal yang menahan tubuhnya tidak kuat dan koyak, hingga ia terpelanting jatuh. Fabrik berwarna cokelat gelap itu kini teronggok menyedihkan di kakinya. “Oh, sial … ini sakit sekali … rasanya aku tidak bisa menggerakkan kakiku. Astaga, apakah patah?” Tertatih-tatih, Vega memegangi pinggang belakangnya yang berdenyut menyakitkan. Benturan keras dengan tanah seperti meretakkan tulangnya. Kendati demikian, tak ada waktu untuk menikmati rasa sakit.Dengan langkah gontai secepat yang ia mampu, ia seret tubuh kecilnya bersembunyi di bawah sebatang pohon cemara hias yang tumbuh di sana. Takut-takut mendongak ke atas untuk memeriksa apakah jejaknya terlihat.Tepat pada detik itu, terdengar teriakan nyaring dari arah atas. Sepertinya suara gadis maid yang tadi. Ia pasti sudah menyadari bahwa Vega tidak ada di dalam kamar mandi.“Nona Vega? Nona Vega!”Vega menahan napas. Ia meremas












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.