**Orion yang berada di belakang punggung Vega bergeming dan tak mengatakan apapun. Hanya lengan kekarnya yang bergerak, melingkari pundak telanjang perempuan itu, lalu mendekapnya erat-erat. Satu-dua kali Vega memberontak sebagai bentuk protes atas perlakuan Orion tadi, namun akhirnya ia pasrah. Lagi pun, tenaganya yang memang sudah terkuras habis, kalah jauh dengan sang suami yang segar bugar. Maka ia memilih diam, membiarkan Orion terus memeluknya dari belakang. Bibir pria itu bergerak pelan, menelusuri pelipis, telinga, dan leher sang istri. Membuat kulit Vega seketika merinding sekalipun tubuhnya terbenam di dalam air hangat.“Maaf,” ucap Orion dalam bisikan. “Aku melakukannya karena kau yang membuatku begitu.”Vega tahu ke mana arah pembicaraan itu. Meski demikian, ia diam. Tidak bisa tidak merasa kesal.“Sudah kukatakan sebelum kau berangkat ke sini, jangan izinkan bedebah itu menyentuhmu. Dan lihat apa yang terjadi? Dia menidurimu, Vega ….”“Kau pikir aku bisa apa?” sela Vega
Baca selengkapnya