**“Tutup mulutmu, bajingan tengik! Jika kau terus meracau seperti orang gila, aku tidak akan segan-segan membuatmu benar-benar gila.”Antares memiringkan tubuh melewati Vega untuk melihat ke arah pintu, di mana suara dingin penuh ancaman itu baru saja terdengar.Wajahnya sama sekali tidak heran saat ia mendapati sang saudara kembar berdiri tegak di sana, seperti tentara kerajaan Inggris.“Oh, hai, Kakak!” Antares justru menyengir lebar. “Sejak kapan berada di sana? Kau mendengar diskusi kecilku dengan istriku, kah? Mau ikut bergabung?”Vega yang juga sudah memutar tubuh, memandang Orion penuh rasa tidak nyaman. Ia mau bergeser menjauh, namun dengan tidak tahu malunya, Antares malah memeluk tubuh mungil itu dari belakang. Ia sandarkan dagunya di bahu Vega. Bahkan sempat mencuri ciuman di pipinya.“Mengapa wajahmu sejelek itu, Orion? Sesuatu mengganggu benakmu, eh?” Dan berkata penuh ejekan kepada yang lebih tua.Tidak seperti biasanya, yang mana selalu tenang dan dingin, kali ini Orio
Read more