Kesunyian kembali menguasai kamar setelah Solvatar memberikan perintah cepat pada prajuritnya. Dalam beberapa menit, beberapa tangkai tanaman daun Silver-Lace lengkap dengan akarnya sudah diantar ke dalam kamar sang kepala desa. Kini, di atas meja, Runala bekerja dengan gerakan cepat yang terampil, menghancurkan kelopak hingga menjadi pasta berwarna biru terang. Tangannya gemetar, bukan hanya karena dingin, melainkan karena sisa waktu Garon hampir habis.Di bawah pengawasan tajam Solvatar, Runala meraih selembar perkamen kecil dan mulai menuliskan instruksi dosis dengan tulisan tangan yang rapi dan tegas. Pengetahuan literasi yang seharusnya tidak dimiliki oleh Omega rendahan yang tinggal di desa terpencil.Setelah kurir suruhan Solvatar pergi membawa obat itu, udara di dalam kamar terasa makin berat. Runala masih berdiri di balik pintu, bahunya tegang, menatap papan baja yang tertutup seolah-olah ingin menembusnya.“Duduklah, Rabbit.” Suara Solvatar memecah keheningan, rendah dan me
Last Updated : 2026-04-17 Read more