Gia benar-benar sudah kehilangan kesadaran sehatnya di bawah pengaruh alkohol yang pekat. Kepalanya terkulai ke samping, bersandar sepenuhnya pada dada bidang Marco yang berbalut jas mahal.Namun, meskipun matanya terpejam setengah, bibirnya tidak pernah berhenti meracau, menggumamkan kalimat-kalimat makian yang tidak berujung."Lepaskan ... dingin sekali," racau Gia, tubuhnya mulai bergerak gelisah di atas sofa kulit.Jari-jemarinya yang tidak lagi koordinatif meraba ke dada sendiri, mencengkeram kain dan hendak membuka kancing atas gaun abu-abu glitternya tepat di tengah aula pesta yang masih ramai oleh hilir mudik pelayan dan beberapa mata-mata klan musuh."Hentikan tanganmu, Gia," desis Marco, menepis jemari istrinya dengan cepat sebelum kain itu tersingkap lebih jauh. "Kau ingin membuat pertunjukan telanjang di depan para bajingan ini?""Biarkan saja! Seks ... kau hanya memikirkan itu, kan? Buka saja semuanya!" teriak Gia, suaranya sedikit mel
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-06-07 อ่านเพิ่มเติม