Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah jendela kaca raksasa mansion kuno, membawa pendar cahaya benderang yang langsung menusuk kelopak mata Gia.Dia kemudian melenguh pelan, meraba pelipisnya yang berdenyut konstan akibat pening luar biasa di kepalanya.Namun, begitu dia mencoba menggeser tubuh dan merasakan gesekan kain satin selimut mewah langsung pada kulit telanjangnya, matanya seketika terbuka lebar.Gia tersentak. Dia menyingkap sedikit selimut itu dan mendapati dirinya benar-benar tanpa sehelai benang pun.Potongan memori semalam, aula pesta, segelas demi segelas wiski, cengkeraman tangan, hingga rintihan memalukan di bawah temaram lampu gotik, berputar samar seperti pita kaset yang rusak di dalam otaknya.Kesadarannya pulih dengan sentakan adrenalin yang mendadak penuh. Tanpa memedulikan rasa sakit di kepalanya, Gia yang baru bangun langsung menunjuk pria yang duduk memunggunginya di tepi ranjang."Kau ... bajingan mesum!
Last Updated : 2026-06-08 Read more