“Ya, Nyonya,” kata Danan menjawab suara dari seberang.“Apa Mas Kumara ada di kantor?” terdengar suara Eca dari seberang.“Beliau baru saja pergi, Nyonya. Tuan mengatakan akan pulang,” jelas Danan sembari meninggalkan ruangan yang cukup besar dengan banyak furniture yang terbuat dari kayu alam.“Hmmm, baiklah, terima kasih,” ucap Eca dibalik benda pipih dalam genggaman Danan.“Nyonya, bolehkah saya bertanya?” tanya Danan pelan sembari memasuki ruang pribadinya dengan tangan kanan membawa berkas dari kantor Kumara.“Apa yang ingin kamu tanyakan, Danan?” tanya Eca “Nyonya, maaf saya lancang berkata, saya tetap akan bertanggung jawab pada kehamilan Anda,” ucap Danan yang kini berdiri menghadap jendela besar di ruangannya dengan lantang.Dahi Danan berkerut tatkala mendengar suara tertawa Eca melalui benda yang tertempel di telinga kirinya.“Nyonya, saya sungguh-sungguh,” kata Danan kembali penuh kesungguhan.“Apa kamu lupa, Danan? Kalau kamu lupa, aku akan dengan senang hati mengingatka
Read more