“Apa?” teriak Eca yang tenggelam ditelan suara musik yang berdentum keras.“Kamu, ya, suami kaya raya, tajir, hidup enak, masih saja mangajakku ke klub. Tumben juga kamu ngajak ke sini, sejak menikah kamu ga pernah mau diajak ke klub,” seru Mika tak kalah keras dari Eca.“Suntuk,” jawab Eca lugas seraya menyesap minuman di tangannya.“Yaelah, Neng. Duit kamu banyak, ngapain habiskan di sini? Mending habisin tu duit suamimu di mall.”“Males, aku sudah punya semua barang di mall ,” jawab Eca.“OK, terserah kamu saja lah. Yang pasti kalau kamu mabuk, aku akan telepon suamimu itu.”Eca manggut-manggut menanggapi Mika. Dia seakan tidak peduli dengan ucapan temannya. “Lagian kamu suntuk kenapa, Ca? ““Keluarga sudah maksa kita untuk segera punya anak. Tapi sampai saat ini aku belum hamil juga,” jawab Eca. “Duit kalian banyak, asal datang ke dokter kelar itu masalah. Dokter jago bikin pasien punya anak banyak, Ca di dunia ini. Kalau ga percaya dokter lokal, pergi gih ke luar negeri. Duit b
Last Updated : 2026-04-19 Read more