Sialan, kata-kata yang baru saja di katakan oleh Pak Arga tadi mampu membuat Aluna terdiam, tidak tahu harus merespond seperti apa. Karena jujur Aluna merasa bahagian ada orang lain yang masih tulus memikirkan kebahagiaan nya bahkan rela berkorban untuk nya. Tapi di sisi lain, Aluna merasa takut, takut jika dirinya justru menjadi bumerang bagi kehidupan orang lain. "Mas Arga..." Aluna terdiam sebentar, dirinya menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimat nya. "Aku tahu niat mu baik, aku bisa melihat ketulusan dari tatapan mu. Tapi, aku mohon jangan rusak pertemanan kalian hanya karena aku, jangan persulit diri Mas Arga sendiri dan jangan korbankan apa yang tidak seharusnya Mas Arga korbankan untuk memperjuang kan ku. Saat ini mungkin takdirku memang menjadi istri Mas Kenzo, terlepas apakah dia mencintai ku atau tidak, memanfaatkan ku atau mempermainkanku atau tak menganggap ku sekalipun. Itu mungkin sudah menjadi takdirku untuk menjalankan pernikahan yang penuh cobaan ini.
続きを読む