LOGINSetelah ayah nya meninggal, keluarga satu-satunya yang dimiliki oleh Aluna. Kini hidupnya harus terjebak dalam pernikahan balas budi yang tidak bisa Aluna tolak, meskipun tidak ada cinta namun itu adalah wasiat terakhir dari sang ayah. Sehingga mau tidak mau akhirnya Aluna menyerahkan sisa hidup nya untuk menjadi istri dari seorang pengusaha yang sombong dan kejam. Yang paling tersiksa bagi Aluna, ketika dirinya tau jika yang menikahinya adalah seorang duda yang masih tersesat dalam cinta masa lalunya (istrinya) yang sudah meninggal. Hal itu tentunya membuat hari-hari yang Aluna lalui menjadi semakin berat. Tidak hanya berjuang dengan perasaan nya sendiri, namun juga harus berjuang mencairkan hati sang suami. Apakah Aluna pada akhirnya berhasil menjadi perempuan satu-satunya? ataukah justru ia menyerah pada keadaan?
View More"Harus Kenzo katakan berapa kali agar Kakek bisa paham, sampai kapanpun Kenzo tidak akan mau menikah lagi. Sekalipun perempuan itu pilihan kakek." Ucap laki-laki berbadan tinggi besar yang kini sedang duduk tegak di sebuah sofa yang menghadap langsung dengan laki-laki paruhbaya yang dipanggilnya kakek tadi.
Dengan kedua jari yang saling bertaut, matanya yang tajam dengan bola mata hitam pekat membuatnya terlihat bengis. Di tatap nya sang Kakek dengan perasaan kesal. "Kamu tidak ada pilihan lagi Kenzon, Kakek selama ini sudah cukup membiarkan mu dengan pilihan mu sendiri, tapi nyatanya kamu tak juga bahagia." Kenzo menatap tak percaya pada sang kakek. "Kenzo berhak menentukan jalan kehidupan Kenzo, jadi Kakek tidak perlu repot-repot mencarikan Kenzo istri." Tegas Kenzo "Kakek tidak sedang melakukan tawar menawar padamu Kenzo. Jadi mau atau tidak, suka atau tidak, kamu harus tetap menikahi Aluna. Ingat Kenzo, jika bukan karena ayah Aluna yang menyelamatkan nyawa Kakek dan mengorbankan dirinya sendiri, mungkin saat ini kamu sudah tidak lagi bisa melihat Kakek tua ini." Kata laki-laki tua bernama Tuan Damian, dari sofa single tempat duduknya ia menatap tajam ke arah sang cucu yang hanya bisa bernafas dengan berat dan tatap tak suka atas perkataan sang kakek. "Saat ini ayah Aluna sudah meninggal dan gadia malang itu kini hanya tinggal sebatang kara. Selama ini ayah Aluna tidak pernah meminta apapun, bahkan saat kakek memberinya setumpuk uang, dia tidak mau menerimanya. Di akhir hayat nya, dia hanya meminta kakek untuk menjaga putri nya. Kakek sudah tua, tidak bisa menjaga Aluna selamanya, jadi kakek harap kamu bisa menjaganya dengan baik setelah menikahinya." Tegas Tuan Damian tak bisa terbantahkan. Kenzo mendengus dengan kesal, ia bangkit dari sofa. Tubuhnya yang tinggi besar seperti menjulang melewati para bodyguard yang sedari tadi berdiri stanby di sekitar sang kakek. Kenzo sadar jika keputusan sang kakek sudah tidak bisa di ganggu gugat lagi, dengan perasaan kesal dan dipenuhi amarah, Kenzo meninggalkan kediaman sang kakek yang selama ini sudah merawat dan mendidiknya hingga tumbuh menjadi laki-laki super tangguh bahkan di segani seantero jagat raya, bukan hanya di segani, tapi juga ditakuti. ... Aluna seorang gadis yang masih berusia 22 tahun dan baru selesai menempuh pendidikan S1 nya dengan nilai yang sangat memuaskan dan kini sedang melanjutkan studi lanjut S2 nya. la bercita-cita menjadi seorang Arsitek yang handal dan bisa membahagiakan sang ayah yang telah membesarkannya seorang diri. Namun takdir berkata lain, sebelum Aluna lulus S2 nya, sang ayah sudah terlebih dahulu berpulang menghadap Ilahi, meninggal kan Aluna seorang diri. Kesedihan akan kehilangan sang ayah, keluarga yang dimilikinya itu kini semakin terasa sangat berat tak kalah Aluna mengetahui jika sang ayah menitip kan nya di keluarga Mahesa. Siapa yang tidak tau dengan keluarga Mahasa dengan kepala keluarga Tuan Damian Ambrose Mahesa, yang terkenal akan kekuatan bisnis ilegal dan legal nya di seantero jagat raya. Tuan Damian sudah lama menekuni dunia gelap, tak ada satu orang pun yang berani padanya. Mendengar namanya saja sudah membuat orang tertunduk ketakutan. Tuan Damian hanya memiliki seorang putra bernama Tuan Zayyan Jett Mahesa yang menikah dengan perempuan pilihan nya sendiri. Namun karena latar belakang yang berbeda membuat Tuan Damian tidak merestui pernikahan sang putra hingga mencoret nya dari Kartu Keluarga dan mendepak nya dari keluarga Mahesa. Setelah beberapa tahun, Tuan Damian mendapatkan kabar jika sang putra mengalami kecelakaan bersama sang istri yang sedang hamil tua. Kecelakaan itu merenggut nyawa sang putra dan istrinya. Beruntung bayi dalam kandungan menantunya itu bisa di selamatkan dan Tuan Damian yang merawat dan mendidiknya hingga saat ini. Bayi itu tumbuh dalam pengawasan dan didikan keras seorang Tuan Damian hingga membentuk karakter yang hampir mirip dengan Tuan Damian. Kenzo Ethan Mahesa, itulah cucu seorang Tuan Damian. Dan kini entah sebuah keberuntungan aau kenyataan pahit yang harus Aluna terima karena harus menikah dengan Kenzo cucu dari Tuan Damian atas wasiat sang ayah membuat Aluna dengan berat hati tidak bisa menolak wasiat itu dan keputusan mutlak dari seorang Tuan Damian. Aluna terpaku sesaat, melihat seseorang sedang duduk di sofa. Beberapa penjaga dengan penampilan serba hitam berbaris rapi di belakang dan samping yang tampak siaga. Pandangan mata Aluna lalu tertuju pada seorang lelaki yang duduk dengan angkuh, di atas sofa panjang, di ruang tamu miliknya. Dari caranya duduk saja sudah terlihat jika dia adalah orang yang berkuasa. Kulitnya yang sawo matang, tertimpa sinar jingga yang mengintip dari cela jendela yang terbuka. Matanya juga berwarna gelap, dengan rambut hitam pekat yang disisir rapi kebelakang, kemeja berwarna navy yang terbuka kancing bagian atasnya dan lengan kemeja yang digulung hingga siku memperlihatkan otot-otot lengan nya. Tatapan wajah nya yang mengeras seperti penampilan Mafia di film hollywood. Meskipun Aluna belum pernah bertemu sebelumnya, namun Aluna langsung tau jika itu orangnya! Laki-laki yang akan menikahinya atas wasiat sang ayah, laki-laki yang tidak pernah Aluna bayangkan sebelum nya, apalagi dicintai nya. Aluna tak pernah berharap takdir yang seperti ini sebelumnya. Saat Aluna masih sibuk dengan pemikiran nya sendiri, laki-laki berkuasa di hadapan nya menatap nya dengan tajam. Tidak ada rasa kasihan atau iba atas musiba yang baru saja menimpa Aluna. Kenzo Ethan Mahesa. Pengusaha paling kaya dan paling berkuasa di Kota B, bahkan para penguasa di kota juga pada segan padanya. Tidak ada orang yang tidak pernah mendengar tentang nya. "Saya sebenarnya tidak butuh istri, apalagi anak kuliahan sepertimu. Jika bukan karena Kakek Tua itu yang memintanya, maka sampai kapanpun jangan harap perempuan sepertimu bisa menjadi istri dari seorang Kenzo. Perempuan sepertimu selamanya tidak akan pernah pantas mendapatkan posisi itu, perempuan rendahan yang hanya bisa memanfaatkan kebaikan orang lain. Dimataku, kamu tidak lebih dari seorang p*l*c*r m*rah*n." Setiap kata yang keluar bak duri tajam yang menusuk hati Aluna. Tak ada kesempatan bagi Aluna untuk memelas, apalagi meratapi nasibnya. Matanya yang indah hanya bisa menatap bibir Tuan Kenzo dengan kabur karena genangan air mata yang hampir terjatuh. Aluna sekuat tenaga meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap tegar dan kuat melanjutkan sisa hidupnya dengan menikah dan menjadi istri seorang Tuan Kenzo yang arogan. Meskipun hanya pernikahan balas budi, namun Aluna tidak ingin membuat mendiang ayahnya kecewa nantinya. Meskipun Aluna sadar jika ini bukanlah sebuah pilihan, namun takdir tak bisa Aluna mengubahnya. Katakan lah saat ini ia telah menyerah pada takdirnya sendiri."Dasar mesum... Kenapa kau di sini hah? Sana keluar atau aku akan teriak." Kata Aluna dengan panik nya, tak lupa dia mencoba menutup kembali pakaian yang tadi sudah hampir terlepas itu. Aluna menatap tajam ke arah lawan bicaranya. "Cihh... Kau mengusirku? Kenapa panik begitu melihat aku di sini. Aku di sini hanya ingin mandi saja." Jawab Tuan Kenzo dengan santainya. "Astaga kan bisa gantian mandinya Tuann ... Kau bisa menungguku selesai, jangan main masuk seperti ini. Membuat jantung ku melompat dari tempat nya saja." Geram Aluna berusaha untuk tidak menerkam lawan bicaranya. "Kenapa harus gantian? Memang nya aku tidak boleh mandi bareng sama istri ku sendiri? Sudah lah ayo cepat mandi... Kakek tua itu pasti sudah menunggu kita di bawah." Mendengar perkataan dari Tuan Kenzo meskipun diucapkan tanpa ekspresi dan nada yang datar-datar saja berhasil membuat wajah Aluna merah merona seperti tomat kematangan. "Astaga... Apa aku nggak salah dengar? Tadi dia mengatakan aku istrinya? Dan
Mentari pagi sudah mulai mengintip di ufuk bagian Timur, seolah tengah malu-malu menunaikan tugas nya untuk menyinari bumi pertiwi. Terlihat dari lembut nya embun pagi yang membasahi bumi. Aluna tampak menggeliatkan tubuhnya dan memicingkan sedikit matanya tak kala tangan nya sedang merasakan sesuatu yang kokoh dan hidungnya mencium bau tak asing yang sering di hirup nya semenjak menikah dengan Tuan Kenzo. Aluna sedikit sadar tentang apa yang sudah terjadi semalam antara dirinya dengan Tuan Kenzo. Sontak saja Aluna langsung mendongak kan kepalanya dan melihat wajah terlelap Tuan Kenzo yang tampak damai. Kini Aluna sadar jika yang dipegang nya dengen begitu erat bak guling yang menemani nya tidur itu adalah tubuh Tuan Kenzo yang masih bertelan jang dada.Alih-alih segera menyingkir dari tempatnya karena rasa terkejut yang menimpanya. Aluna justru kembali menatap ke wajah Tuan Kenzo yang sudah hampir sebulan ini sudah menjadi suaminya. Tapi ini kali pertama bagi Aluna, melihat wajah Tu
Sekuat apapun Aluna memberontak dan mencoba kabur dari jerat Tuan Kenzo, semua tak membawakan hasil apapun, tenanganya kalah kuat dengan Tuan Kenzo. "Diamlah kali ini kau tidak bisa lepas lagi. Milikmu sudah basah... Aku akan memuaskanmu malam ini." Seru Tuan Kenzo dengan seringai mencemooh di wajahnya. Bagaimana tidak? Aluna bersikeras menolak hingga memaki-maki Tuan Kenzo, namun justru tubuh gadis itu berkata lain. Jiwa primitif nya merespon baik setiap gerakan yang di lakukan oleh Tuan Kenzo. Jadi percuma saja, jika Aluna berkata tidak mau dan selalu menghindar, namun tabuhnya justru tidak bisa diajak berkompromi dengan baik. Akhirnya dengan sisa tenang yang tak lagi bisa melawan Tuan Kenzo, tubuh Aluna hanya bisa pasrah menerima setiap sentuhan yang diberikan oleh Tuan Kenzo yang notabene nya adalah suaminya sendiri. Dari awalnya yang menolak hingga pada akhirnya Aluna benar-benar menikmati sentuhan yang diberikan oleh suaminya itu. Aluna merutuki dirinya sendiri karena kare
"Bagus. Melihat kalian akur begini membuat kakek merasa lega. Dengan begini kakek percaya jika harapan untuk memeliki seorang cicit bukan lagi mimpi semata. Haha... " Seru Tuan Damian melihat berapa telaten nya Aluna dalam melayani Tuan Kenzo. "Kakek tenang saja. Jika sudah waktunya pasti akan disegerakan. Saat ini kami masih butuh waktu untuk saling mengenal satu sama lain, bukankah begitu Mas Kenzo?" Tanya Aluna dengan menaikkan satu alisnya. Dia sengaja melemparkan pertanyaan itu untuk melihat reaksi Tuan Kenzo. "Hemm... " Gumam Tuan Kenzo. "Dasar cucu durhaka... Aluna, kamu katakan saja jika cucu laknat ini tengah berbuat ulah dan tidak memperlakukan mu dengan baik. Biar kakek nanti yang menghukumnya." Kata Tuan Damian dengan penuh emosi. "Haha... Sudahlah kek, ayo kita makan dulu. Jangan terlalu difikirkan. Mas Kenzo cukup baik sama aku." Mekapun akhirnya makan malam bersama, Tuan Kenzo dibuat heran dengan sikap Aluna, meskipun dia tahu jika itu hanya sandiwara saja,
Dinding yang mengitari area kolam itu, tampak terbuat dari batu alam yang sangat alami. Aluna sudah bisa melihat keindahan dari balik kaca yang tampak mengembun itu. Begitu pintu di geser dan menampakkan keindahan buatan yang membuat Aluna takjub. "Woooowww...! Ini indah sekali Bi." Seru Aluna, be
Tuan Kenzo tampak semakin marah tak terkendali, namun alih-alih melampiaskan nya pada Aluna dan menghukum gadis itu, Tuan Kenzo justru berdiri dari duduknya dan kembali pergi meninggal kan mansion itu dengan wajah nya yang sangar namun tak bisa Aluna tebak akan sikap Tuan Kenzo yang tak terbaca itu
"Ini teh hangat dengan campuran lemon dan jahe, bagus untuk tubuh Anda yang terlihat kurang fit." Jelas Bik Tutik yang tampak menyodorkan cangkir berisikan Teh tadi.Aluna menerima cangkir itu dan matanya hanya menatap kosong ke arah cangkir. "Apa Bibik tahu kenapa aku bisa ada menikah dengan Tuan
"Akkh ... sakit ... tolong lepaskan!" Pinta Aluna yang meringis menahan perih di pergelangan tangan nya."Masuk..!" Satu kata penuh ketegasan juga kemarahan yang memuncak."Aauu ..." Tubuh ramping Aluna terlempar begitu saja di kursi penumpang. Tak lama tubuh besar lain nya ikut masuk dengan nafas






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews