David kembali menghampirinya setelah mengucapkan kata maaf pada Axel supaya pria itu tidak tersinggung.Entah apa yang terjadi dengan Emma, wajahnya begitu pucat. Dia seperti orang yang kekurangan darah. Emma bahkan harus berpegangan pada kursi supaya dia tidak jatuh.“Emma, apa yang terjadi denganmu?” David memegangi bahunya, menopang tubuhnya. Padahal keadaannya baik-baik saja sebelum dia menyambut kedatangan pria itu.Elise menggeleng. Tidak, dia harus tenang. Dia Emma Grace, bukan Elise Parker. Axel tidak mungkin mengenalinya.David berbisik, “Kembalilah ke kamar, aku akan meminta maaf padanya nanti.” Elise kembali menggeleng. Kalau dia lari, Axel akan semakin mencurigainya apalagi mata pria itu tak lepas darinya.“Tuan David,” Axel sudah berdiri di seberang mereka, “Apa yang terjadi dengan tunanganmu?”“Maaf, sepertinya dia kurang enak badan. Bolehkah aku mengantarnya ke kamar sebentar?”“Oh, aku tidak suka dengan hal seperti ini,” ingin lari darinya? Tidak akan dia biarkan.“Ka
Leer más