Elise hanya diam, tidak banyak bicara. Rasanya menjadi canggung, dia tidak bisa bersikap seperti dulu lagi meski ibu dan adik Axel tidak berubah.Mereka benar-benar menyiapkan makanan untuknya. Bahkan, piringnya sudah dipenuhi makanan padahal dia tidak lapar.“Kenapa tidak makan?” tanya ibu Axel padanya, “Apa sudah tidak suka dengan makanan yang Mommy buat lagi?”Elise menggeleng, “Bukan begitu.”Selain gugup dengan situasi itu, dia juga tidak enak hati pada ayah Axel. Pria itu memang tidak bicara, tapi sikapnya itu membuatnya harus menerka apakah ayah Axel menyukai keberadaannya atau tidak?Atau, dia sedang marah karena telah ditipu olehnya?“Elise,” Axel memegangi tangannya, “Apa ada yang kurang? Atau kau tidak enak badan?”“Tidak,” Elise menggeleng dan berusaha tersenyum. Sebaiknya tidak menghancurkan suasana apalagi ibu dan adik Axel sudah begitu baik padanya.“Kalau begitu makanlah, setelah ini aku akan mengajakmu beristirahat.”“Aku ingin pulang, boleh?”“Kenapa tidak? Kita akan
続きを読む