Satu minggu berlalu tanpa perubahan berarti. Hari-hari di Arcadia berjalan seperti biasa, monoton, tertib, tapi penuh tatapan tersembunyi.Lucia tetap berusaha menjadi teman yang baik bagi Kayulla. Ia tidak menyerah, bahkan ketika keheningan menjadi jawaban sehari-hari.Di sisi lain, Kayulla tetap sama: tenang, dingin, dan sulit ditebak. Namun entah mengapa, di dekat Kayulla, Lucia merasa aman. Seolah di balik tatapan datar itu, ada sesuatu yang melindunginya.Tapi tidak semua orang menyukai kedekatan mereka, seperti Cintya.Dua orang, tersembunyi, diam-diam memperhatikan setiap gerak gerik Kayulla. Dari caranya berbicara, berjalan, bahkan cara ia bernafas pun tak luput dari pengamatan mereka.Semua diamati dengan teliti, dari hal terkecil, bahkan yang luput dari pandangan orang lain, mereka tahu.Saat bel istirahat pertama berbunyi, Kayulla merasakan perutnya mulai nyeri dan pinggangnya terasa berat.Ia tahu tanda itu, tamu bulanannya akan datang sebentar lagi.Tanpa banyak bicara, i
Read more