"Cha, tolong dengerin aku dulu. Tolong, jangan pergi dari rumah ini seperti ini," ucap Noah, suaranya terdengar sangat parau, menahan gejolak emosi yang membakar dadanya.Icha menghentikan langkahnya, menatap Noah dengan ketenangan yang berjarak tanpa ada riak amarah di matanya. "Semuanya sudah selesai, Tuan Noah. Papa Aksa sudah memberikan restunya secara langsung. Jadi, tolong bersikap bijak dan biarkan saya lewat.""Aku tidak merestuinya, Icha! Sumpah di rumah sakit Male itu keluar karena aku panik dan takut kamu tinggalkan!" Noah maju satu langkah, mengulurkan tangan mencoba menahan pegangan koper besar Icha. "Kalau kamu sudah tidak sudi tinggal di mansion ini karena trauma masa lalu, aku akan belikan kamu apartemen mewah sore ini juga. Di pusat kota, di dekat kampus kamu, atas nama kamu sendiri! Kamu bisa tinggal di sana sendirian dengan fasilitas lengkap, tanpa perlu melihat wajah pelayan atau suasana rumah ini lagi. Tapi aku mohon, jangan minta cerai."Icha menatap suaminya, la
続きを読む