Aku tidak menjawab, itu sama saja dengan mengiakan pertanyaan Lukman. Aku berkata dengan pelan, "Lukman, semuanya sudah berakhir. Di kehidupan ini, kamu sudah melindungi orang yang mau kamu lindungi. Mulai sekarang, kita berjalan di jalan masing-masing. Nggak ada hubungan apa pun lagi.""Nggak!"Lukman tiba-tiba mengangkat kepala dan matanya memerah. "Citra, bukan seperti itu. Citra, aku melakukan semua ini demi kita. Agar kita bisa punya akhir yang berbeda."Aku menyela, "Kita sudah punya akhir. Di hari gempa itu, semuanya sudah berakhir."Lukman masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi ponselnya tiba-tiba berdering. Saat melirik layar, ekspresinya langsung berubah karena itu adalah telepon dari Bella. Dia ragu sejenak, tetapi tetap mengangkat teleponnya. "Halo, Bella .... Apa? Kamu nggak enak badan lagi? Baik. Jangan takut, aku akan segera ke sana."Setelah menutup telepon, Lukman menatapku dengan ekspresi penuh rasa bersalah. "Citra, aku harus pergi lihat Bella. Kamu istirahat yang ba
اقرأ المزيد