LOGINDi hari aku menikah dengan Lukman, putri palsu itu bunuh diri. Di tahun kedua pernikahan, kami akhirnya tetap saling bermusuhan karena hal itu. Lukman membenciku, si putri asli yang kembali dan menyebabkan kematian Bella. Sementara itu, aku membencinya karena masih merindukan putri palsu yang telah mengambil identitasku selama dua puluh tahun. Selama sepuluh tahun ini, kami saling melontarkan kata-kata paling kejam dan mengutuk satu sama lain tidak akan mati dengan tenang. Hingga terjadi suatu gempa, Lukman malah mati-matian melindungiku di bawah tubuhnya dan menopang sebuah jalan untuk aku bertahan hidup dengan punggungnya. Saat balok atap runtuh, darah dan dagingnya berceceran. Di ambang ajal, Lukman berbisik di telingaku, "Kalau sejak awal tahu dia akan mati, aku lebih memilih nggak pernah membawamu pulang. Kalau ada kehidupan selanjutnya, keluargamu cukup hanya aku seorang." Pada akhirnya, aku tetap mati dalam gempa susulan. Saat kembali membuka mata, aku sudah kembali ke hari saat Lukman membawaku untuk mengenal keluargaku. Namun, Lukman tiba-tiba berubah pikiran. "Citra, aku salah. Anak perempuan Keluarga Sardi yang hilang dua puluh tahun yang lalu itu bukan kamu."
View MoreTiga tahun kemudian, di tepi Sungai Seine di Paris.Pameran lukisan pribadiku sedang digelar di sebuah galeri terkenal di sini dan tema pameran itu berjudul Kelahiran Baru. Di dalam lukisan itu ada ladang lavender di Provence, bunga matahari di Arles, pantai biru Mediterania, dan juga sinar matahari hangat di jalanan Paris. Setiap lukisan dipenuhi vitalitas dan kecintaan pada hidup, satu-satunya yang tidak ada adalah manusia.Di dalam lukisanku, aku tidak pernah melukis manusia. Selama tiga tahun ini, aku telah menjelajahi banyak tempat di Eropa dan menggunakan kuas untuk merekam semua pemandangan indah. Aku bukan lagi Citra yang hidup dalam kebencian dan penderitaan, aku hanya seorang pelukis biasa yang mencintai hidup.Dulu, aku mengira cinta adalah obsesi dan keterikatan yang memaksa dua orang tetap bersama padahal saling melukai. Setelah itu, aku baru mengerti cinta yang sebenarnya adalah melepaskan dan merelakan.Di kehidupan pertama, Lukman mengajarkanku apa itu kebencian. Di keh
Aku menggenggam laporan itu dengan erat sampai ujung jariku menjadi putih karena terlalu kuat. Aku tidak tahu harus merasa apa.Sedih? Sepertinya tidak.Lega? Juga tidak.Aku hanya merasa takdir itu benar-benar bajingan yang suka mempermainkan orang. Takdir membuatku dan Lukman terjerat selama dua kehidupan. Menghabiskan semua salah paham dan luka pada kehidupan kami, tetapi pada akhirnya memberi kami sebuah akhir yang begitu tergesa-gesa dan seadanya.Riko kembali mengeluarkan sebuah kotak beludru dari tasnya. "Bu Citra, Pak Lukman meninggalkan ini untukmu. Dia bilang kalau dia nggak kembali, aku harus menyerahkannya langsung padamu."Aku membuka kotak itu dengan perasaan hampa. Isi di dalamnya bukan perhiasan mahal, melainkan sebuah cincin platinum yang sangat biasa. Itu adalah cincin pasangan yang aku beli seharga 40 ribu di lapak pinggir jalan saat kuliah dulu.Saat itu, Lukman memasang ekspresi jijik dan berkata cincin itu jelek, tetapi dia tetap memakai cincin itu dengan canggung
Setahun kemudian, di Provence di Prancis.Aku akhirnya masuk ke akademi seni impianku dan mengambil jurusan lukisan minyak. Aku menyewa sebuah rumah kecil dengan taman bunga dan menjalani kehidupan yang sederhana sekaligus penuh makna setiap harinya. Rutinitasku adalah kuliah, melukis, dan merawat bunga serta tanamanku. Sinar matahari di sini sangat hangat dan udara selalu dipenuhi aroma lavender.Aku perlahan-lahan melupakan masa lalu dan senyuman pun makin sering muncul di wajahku. Aku juga tidak pernah bertemu dengan Lukman lagi, hanya sesekali mendengar kabar tentangnya dari teman-teman yang pulang ke tanah air.Konon, Lukman melepaskan bisnis besar keluarganya dan menjadi relawan penyelamat bencana. Dia selalu berada di garis depan yang paling berbahaya dan menyelamatkan banyak orang sampai tubuhnya dipenuhi banyak luka. Saat ada yang bertanya mengapa dia begitu nekat, jawabannya adalah dia sedang menebus dosa. Namun, semua itu sudah tidak ada hubungannya denganku lagi.Setelah lu
Pada saat yang bersamaan, aku sedang berada di ruang tunggu bandara dan menunggu pesawat untuk lepas landas. Saat itu, ada pesan dari sahabatku yang masuk ke ponselku.[ Citra, semuanya sudah diatur. Tenang saja, Lukman pasti nggak akan bisa menemukanmu. Setelah sampai di sana, semuanya akan dimulai dari awal. ]Aku hanya membalas dengan satu kata baik, lalu aku mencabut kartu SIM. Setelah itu, aku mematahkan kartunya dan membuangnya ke dalam tempat sampah. Segala cinta dan kebencian yang kubawa selama dua kehidupan ini, kini semuanya akan terkubur sepenuhnya bersama kartu SIM itu di dalam tempat sampah.Lukman, utang budi karena kamu mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkanku sudah kubalas dengan setengah nyawaku. Mulai sekarang, kita hidup di jalan kita masing-masing. Di kehidupan ini, kita tidak akan pernah bertemu lagi.....Sejak Citra menghilang, dunia Lukman seolah-olah kehilangan warnanya. Dia menjadi gelisah serta mudah marah dan mengacaukan seluruh Grup Soesatyo. Dia juga tida






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.