"Senang bertemu denganmu," ucapnya sekuat tenaga. Aura kekuatan yang terpancar dari pria ini sangat kuat. Stefan tersenyum tipis lalu mundur memberi jalan pada yang lain. Pria berikutnya lebih kekar, berambut hitam. Matanya yang berwarna hijau menelusuri tubuh Yesica, berhenti sebentar di kaki, pinggul, pinggang, dan dadanya sebelum akhirnya bertemu dengan pandangan Yesica. Ada kilatan nakal di sana, tapi hilang begitu cepat. "Astaga ... Apa aku berhalusinasi?" batin Yessica tercekat. "Giancha Prajiwaksono, Wakil Direktur. Kita pernah teleponan kan?" Jawabanya Iya, suara Giancha sangat khas. Yesica bahkan mengira pria ini sudah berusia lima puluhan, tapi ternyata tampangnya seperti belum sampai tiga puluh tahun. Ada lesung pipi di dagunya yang membuat Yesica ingin segera menyentuhnya. Saat tangan mereka bersentuhan, kaki Yesica langsung lemas. Ada sesuatu pada Giancha yang membuatnya merasa aman dan nyaman. "Senang akhirnya bisa ketemu langsung," jawab Yesica, berusaha agar
Read more