"Senang bertemu dengan kamu," ucapnya sekuat tenaga.Dalam hati yesica berteriak, "Yesica, sadar! Pikirkan karir, bukan hormon!"Aura kekuatan yang terpancar dari pria ini sangat kuat. Stefan tersenyum tipis lalu mundur memberi jalan pada yang lain.Pria berikutnya lebih kekar, berambut hitam. Matanya yang berwarna hijau menelusuri tubuh Yesica, berhenti sebentar di kaki, pinggul, pinggang, dan dadanya sebelum akhirnya bertemu dengan pandangan Yesica.Ada kilatan nakal di sana, tapi hilang begitu cepat."Astaga ... Apa aku berhalusinasi?" batinnya tercekat."Giancha Prajiwaksono, Wakil Presiden. Kita pernah teleponan kan?"Iya, suaranya sangat khas. Yesica mengira pria ini sudah berusia lima puluhan, tapi ternyata belum sampai tiga puluh tahun. Ada lesung pipi di dagunya yang membuat Yesica ingin segera menyentuhnya.Saat tangan mereka bersentuhan, rasanya kaki Yesica lemas. Ada sesuatu pada Giancha yang membuatnya merasa aman dan nyaman."Senang akhirnya bisa ketemu langsung," jawab
Terakhir Diperbarui : 2026-04-22 Baca selengkapnya