Sesampainya di lantai tujuan, Giancha memberi isyarat agar Yesica membuka pintu. Yesica menggesekkan kartu aksesnya dan merasa cemas sejenak, namun pintu akhirnya terbuka. Dia menghela napas lega, lalu menahan pintu agar Sambo dan Giancha bisa masuk sambil membawa barang belanjaan.Setelah semua masuk, Giancha mengambil alih pegangan pintu. Pandangan mereka pun saling bertemu."Antar Sambo ke lantai dasar, lalu kembali ke sini buat menata semua barang ini."Yesica mengangguk. Sambo pun berjalan mengikutinya kembali ke arah lift. Saat kabin bergerak turun, Sambo langsung menoleh ke arahnya."Kamu lebih muda dibanding karyawan yang sebelumnya, lho."Pria itu menyisir rambutnya ke belakang dengan jari, berusaha tampil santai. Wajahnya lumayan, namun tetap tidak ada apa-apanya dibandingkan Boss baru Yessica yang sangat tampan, berwibawa, dan penuh percaya diri."Benarkah?" pekik Yesica. "Iya. Mereka juga cantik-cantik, cuma umurnya beberapa tahun di atas kita," ucap Sambo sambil bersanda
Baca selengkapnya