"Juju, panggil Mama." Sebuah tangan ramping meraih pintu. Gadis kecil itu terkikik sebelum berlari pergi."Kamu juga enggak boleh buka pintu!"Pintu terbuka lebih lebar, memperlihatkan seorang wanita mungil dengan rambut pirang kemerahan yang diikat dalam sanggul tinggi. Gaun hitam dengan potongan sederhana mengikuti lekuk tubuhnya yang ramping hingga ke sepatu hak tinggi hitam. Andree mengangkat pandangan ke wajahnya yang halus dan mata hijau besar.Wanita itu pun tersenyum."Maaf soal itu. Adikku, Juju, memang begitu. Aku Intan, dan kamu cowok sial yang harus membawaku ke acara amal."Andree pun berdeham. "Sial?""Begini, aku tahu mamamu yang mengatur semua ini. Sama seperti mamaku." Intan melangkah keluar ke tangga dan menutup pintu dengan lembut. Dia mendongak menatap Andree. "Kita bersenang-senang saja hari ini dan coret ini dari daftar rencana perjodohan selama beberapa bulan ke depan.""Jujur, aku enggak tahu harus bilang apa soal itu." Andree mengusap rambut pirangnya, mungki
Read more