“Bu, cari apa?” tanya Carmen, suaranya terdengar hati-hati, seolah takut salah bicara.Ibu Keanu yang semula terlihat membungkuk di dekat lemari itu langsung terkejut. Tangannya yang tadi seperti sedang menggeser sesuatu di dalam lemari mendadak berhenti. Wajahnya sempat tampak panik, namun hanya sepersekian detik. Setelah itu, wanita paruh baya itu berdeham pelan dan mencoba bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.“Kamu dari mana saja? Cepat masak,” ujarnya dingin, tatapan matanya tajam menelusuri wajah Carmen dari ujung kepala sampai kaki, seakan sedang menghakimi.“Dari rumah nenek di belakang, main,” jawab Carmen jujur, meskipun kata main terasa janggal di lidahnya sendiri. Itu bukan sekadar main. Itu satu-satunya tempat dia bisa merasa sedikit bernapas dari sesaknya rumah ini.“Main, main! Memangnya kamu nikah sama Keanu hanya untuk main!” suara ibu mertuanya meninggi. “Cepat masak nanti k
Magbasa pa