Aku melihatnya begitu melangkah keluar dari lobi.Dia tampak lebih tua dari seharusnya hanya setelah waktu setahun. Dia lebih kurus, lebih kasar, dan wajahnya kurang terawat. Angin telah memerahkan kulitnya, dan salju menempel di mantel gelap dan bulu matanya.Tetapi, semua itu tidak lagi bisa memengaruhiku seperti dulu."Katakan apa yang ingin kau katakan," kataku padanya. "Dan cepatlah. Aku tidak butuh permintaan maaf. Jadwalku padat."Sesuatu yang tidak stabil terlintas di sorot matanya."Aku di sini untuk memintamu kembali," katanya. "Aku tidak tahu kalau Valeri mengirimimu hal-hal itu. Foto-foto, pesan-pesan, dan rekaman itu. Aku bersumpah padamu, Diana, aku tidak tahu."Aku menatapnya lama."Kau tahu ataupun tidak, itu tidak akan mengubah apa yang telah kau lakukan."Lalu, aku mengerutkan kening. "Kenapa kau tersenyum?"Karena, dia memang tersenyum.Senyum yang tulus, tampak rusak di sudut-sudutnya, tetapi jelas menunjukkan ekspresi lega."Karena kau bicara denganku," katanya. "A
Read more