تسجيل الدخولMalam sebelum pernikahanku, aku baru mengetahui bahwa aku hamil. Dan, pada malam itu juga, aku mengetahui bahwa tunanganku telah memilih wanita lain untuk memberinya anak pertama. Andre Diandra, pewaris kerajaan bisnis mafia dan pria yang pernah bersumpah bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang akan dicintainya, pulang membawa aroma parfum wanita lain di bajunya dan mengatakan kepadaku, seolah-olah itu adalah hal yang paling masuk akal di dunia, bahwa itu semua hanyalah pengaturan medis. Janda temannya yang telah meninggal membutuhkan seorang ahli waris, dan setelah aku gagal memberinya seorang anak melalui enam puluh enam kali program bayi tabung, dia memutuskan bahwa ini adalah solusi terbaik untuk semua orang. Aku tidak mengatakan apa pun. Aku membiarkannya melanjutkan persiapan pernikahan. Aku membiarkannya percaya bahwa aku akan tetap berjalan di altar dan menjadi Nyonya Diandra. Tetapi, sementara dia merencanakan upacara pernikahan kami, aku merencanakan kepergianku. Pada hari pernikahan kami, gedung itu akan tetap membuka pintu, dan para tamu akan tetap datang. Upacaranya pun akan tetap dimulai. Tetapi pengantin wanita yang dikhianati Andre akan mati di sana. Pada saat dia mengetahui kebenaran, bahwa aku telah mengandung anaknya selama ini, aku sudah pergi dengan nama baru, membawa anaknya ke suatu tempat yang tidak akan pernah bisa dia jangkau.
عرض المزيدEmpat tahun kemudian."Andre ... Andre."Dia membuka matanya karena mendengar suara seorang wanita ... dan untuk sesaat yang rapuh itu, dia mengira akhirnya bisa kembali ke salah satu mimpinya.Dia berguling ke arah wanita itu dan membenamkan wajah di lehernya."Diana," bisiknya, nama itu terucap di bibirnya.Wanita di sampingnya terpaku sebelum memaksakan diri untuk bersikap melunak.Kemudian, sebuah lengan yang penuh bekas luka melingkari punggungnya dan mengusap beberapa kali, seolah-olah dia sedang menenangkan seorang anak kecil, bukannya seorang pria yang dua kali lipat lebih berbahaya.Itu adalah Valeri.Setelah kejadian di Caraga, Andre tidak pernah benar-benar melepaskannya.Dia menahan Valeri di sebuah apartemen, di bawah pengamanan yang dia sebut perlindungan dan oleh orang lain akan disebut sebagai tawanan. Dia minum di sana, tidur di sana, memanfaatkannya ketika Andre terlalu mabuk, terlalu terpengaruh obat-obatan, atau terlalu putus asa untuk bertahan hidup di malam-malam
"Diana, aku minta maaf," kata Valeri tiba-tiba, lalu menoleh kepadaku dengan air mata berlinang. "Tolong jangan salahkan Andre untuk semuanya. Akulah yang memaksa. Setelah kau pergi, dia selalu mabuk setiap malam. Dia tidak bisa berhenti membicarakanmu. Dia ....""Hentikan," kataku.Dia terdiam."Apa pun yang terjadi antara kalian berdua ...." kataku. "Itu bukan kecelakaan, dan bukan kesalahpahaman. Tidak ada yang menyeret kalian berdua ke tempat tidur dengan todongan senjata."Aku lalu berbalik untuk pergi.Andre melangkah mengejarku. "Diana, aku sudah tidak berhubungan lagi dengannya selama berbulan-bulan. Aku tidak tahu dia akan datang ke sini. Aku tidak memintanya untuk mengikutiku."Penolakan itu belum sepenuhnya keluar dari mulutnya ketika Valeri membungkuk dengan suara kesakitan yang tiba-tiba."Andre ...." Dia menekan kedua tangan ke perutnya dan tersedak cukup keras hingga air matanya berlinangan. "Aku sudah terlambat haid dua bulan. Kurasa ... kurasa aku hamil." Seluruh tubu
Aku melihatnya begitu melangkah keluar dari lobi.Dia tampak lebih tua dari seharusnya hanya setelah waktu setahun. Dia lebih kurus, lebih kasar, dan wajahnya kurang terawat. Angin telah memerahkan kulitnya, dan salju menempel di mantel gelap dan bulu matanya.Tetapi, semua itu tidak lagi bisa memengaruhiku seperti dulu."Katakan apa yang ingin kau katakan," kataku padanya. "Dan cepatlah. Aku tidak butuh permintaan maaf. Jadwalku padat."Sesuatu yang tidak stabil terlintas di sorot matanya."Aku di sini untuk memintamu kembali," katanya. "Aku tidak tahu kalau Valeri mengirimimu hal-hal itu. Foto-foto, pesan-pesan, dan rekaman itu. Aku bersumpah padamu, Diana, aku tidak tahu."Aku menatapnya lama."Kau tahu ataupun tidak, itu tidak akan mengubah apa yang telah kau lakukan."Lalu, aku mengerutkan kening. "Kenapa kau tersenyum?"Karena, dia memang tersenyum.Senyum yang tulus, tampak rusak di sudut-sudutnya, tetapi jelas menunjukkan ekspresi lega."Karena kau bicara denganku," katanya. "A
Satu tahun kemudian.Asisten Andre mengetuk pintu tiga kali sebelum akhirnya mencoba memutar gagang pintu.Tidak ada jawaban.Masalahnya cukup mendesak sehingga dia memutuskan untuk tetap masuk.Aroma menyengat menusuk hidungnya terlebih dahulu.Aroma Wiski, keringat, bau seks yang pekat, dan juga bau anyir darah dari satu sudut di ruangan itu.Dia melangkah masuk ke dalam kamar tidur griya tawang, melihat apa yang terjadi di tempat tidur, dan segera memalingkan wajahnya ke arah dinding.Andre dalam keadaan setengah mabuk dan setengah telanjang, dia sedang dalam posisi membungkuk di atas tubuh Valeri dengan mata tertutup, satu tangannya mencengkeram rambut Valeri."Diana," gumamnya di tenggorokan Valeri. "Diana ... aku mencintaimu."Kulit Valeri tampak dipenuhi bintik ungu dan biru bekas cengkeraman tangan Andre. Amarah melintas di wajahnya ketika melihat asisten itu, tetapi dia masih tetap berusaha terdengar tenang."Ada apa?"Asisten itu menelan ludah. "Tuan, kami sudah menemukannya.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.