"Qingran." Gu Qingran buru-buru menoleh, setelah mendengar suara suaminya dari belakang. Dia menatap pria itu, yang sekarang berjalan ke arahnya. "Kau ingin ke aula utama?" "Iya, kenapa? Apa Tuan Muda Gu ingin ikut?" Gu Jixuan sedikit mendengus, dia mengibaskan jubah hitamnya, lalu melanjutkan langkah. "Berhenti memanggilku Tuan Muda Gu." Gu Qingran nyaris tertawa karena dia tahu, Tuan Muda satu ini sangat anti digoda. "Lalu, kau ingin dipanggil apa, Tuan Muda?" Dia tersenyum menggoda. Sedangkan telinga Gu Jixuan sudah memerah karena malu. "Terserah kau saja, aku tidak peduli," ujarnya. Namun telinga yang memerah itu membuat ucapan Gu Jixuan kehilangan seluruh wibawanya. Gu Qingran hampir tertawa. Jenderal yang mampu membuat musuh gemetar di medan perang ternyata tidak tahan digoda beberapa kalimat saja. "Baiklah, Tuan Muda Gu." "Qingran." "Apa?" "Kau sengaja melakukannya." Gu Qingran tersenyum puas. "Baru sadar?" Gu Jixuan mendengus pelan sebelum mempercepat la
Leer más