Langit malam di atas Kediaman Gu masih diselimuti kabut tipis musim semi, ketika berita mengenai dekrit kekaisaran akhirnya menyebar ke seluruh penjuru rumah utama. Para pelayan berbisik pelan di koridor-koridor panjang bercahaya lentera merah membicarakan Gu Qingran. Bagaimanapun juga... Nama Gu Qingran selama ini lebih sering menjadi bahan ejekan dibanding pujian. Namun sekarang? Wanita yang dahulu dikenal bodoh itu justru dipanggil langsung oleh istana atas rekomendasi Tuan Tua Lu. "Semua orang membicarakan Anda, Nyonya," ujar Chen Duhan, gadis itu menuangkan teh ke dalam cangkir keramik berornamen bunga plum. "Memang itu yang kuinginkan. Kau tahu Duhan, sedikit pamer tidak akan menjadi masalah, bukan?" "Nyonya, hamba sekarang menyukai pribadi Nyonya yang ceria, dan percaya diri." Gu Qingran tersenyum tipis. "Kau tahu, setiap wanita harus memiliki rasa percaya diri. Jangan pernah merasa rendah, dengan begitu para wanita akan mampu menghargai dirinya sendiri." Dia diam b
Magbasa pa