MasukGu Qingran tidak pernah menyangka hidupnya berubah drastis setelah jatuh pingsan di ruang operasi. Namun saat membuka mata, ia justru terbangun di dalam novel kuno yang pernah dibacanya—menjadi tokoh ibu tiri paling dibenci, bertubuh gemuk, buruk rupa, dan berakhir mati mengenaskan di tangan suaminya sendiri. Sebagai Nyonya muda keluarga Gu, hidup Gu Qingran dipenuhi hinaan. Suaminya, Gu Jixuan, membencinya. Ibu mertuanya menganggapnya pembawa sial. Bahkan putra tirinya, Gu Jinyi, takut padanya. Dan lebih buruk lagi…wanita putih teratai bernama Lu Anxi selalu menjadi favorit semua orang. Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Gu Qingran memutuskan satu hal, ia akan mengubah takdirnya sendiri. Mulai dari menyelamatkan Gu Jinyi dari kematian, mengubah tubuhnya yang gemuk , hingga membuat seluruh keluarga Gu menyesali cara mereka memperlakukannya. Namun semakin Gu Qingran berubah, semakin Gu Jixuan mulai memperhatikannya. Wanita yang dulu ia benci… perlahan menjadi sosok yang tak bisa ia abaikan lagi. "Bukankah dulu kau sangat ingin mendapatkan perhatianku?" tanya Gu Jixuan dingin. Gu Qingran hanya tersenyum santai. "Maaf, Tuan Gu. Sekarang aku sudah tidak tertarik lagi."
Lihat lebih banyakGu Qingran terduduk dengan lemas, sudah jelas ini adalah hal yang belum pernah dia ketahui. Novel ini ternyata lebih rumit dari yang dia bayangkan. Coba saja dia pikir, orang yang dipanggil pangeran ternyata adalah Xiao Jinghe, lalu Putra Mahkota pasti tidak lain adalah Xiao Yinfe. Lalu, apakah selama ini ada kudeta di istana, hingga Xiao Yinfe dan ibunya diasingkan ke Istana Dingin. "Astaga, tidak bisa dibiarkan. Berarti selama ini gelar Putra Mahkota memang milik Xiao Yinfe. Semuanya menjadi masuk akal, orang mengatakan rumor buruk tentang Gu Qingran yang mengejar Putra Mahkota. Padahal dia sama sekali tidak dekat dengan Xiao Jinghe sebelumnya." Gu Qingran dewasa mengetukkan jarinya di atas dagu. Dia berjalan mondar-mandir ke kanan dan ke kiri, memikirkan alur cerita ini. "Sepertinya bagian ini memang lembaran-lembaran yang hilang dari novel yang kubaca. Jadi, seharusnya aku mulai dari sini saja. Lantas, ucapan Lu Anxi saat itu, jika si pemilik tubuh asli ada hubungan dengan Is
Gu Qingran masih berada di istana, di suasana yang sama. Namun setelah kabut putih membawanya, dia kembali terdampar, mungkin hanya beda beberapa hari saja dari saat kemarin ia bertemu dengan Gu Jixuan, dan Gu Qingran muda. Kali ini dia diperlihatkan dengan pemandangan anak-anak bangsawan yang berbaris memakai hanfu berwarna putih. Mungkin itu adalah seragam Akademi Kekaisaran. "Aku masih berada di sini? Wajah-wajah muda itu, mereka sangat serius belajar, dan tata krama masih sangat kental," ujar Gu Qingran. Wanita itu melangkah dengan hanfunya yang terseret, namun masih sama, semua orang tak mampu melihatnya karena dia hanya jiwa yang terdampar di distorsi ruang dan waktu. Sampai tiba-tiba matanya melihat sosok Gu Qingran yang bersembunyi di balik pilar, di saat yang lain sibuk berbaris dan mendengarkan ceramah sifu di pagi hari. Tetapi, Gu Qingran malah berkeliaran sendiri. "Apa dia sudah sebandel itu saat remaja." Gu Qingran dewasa menggeleng-gelengkan kepala. Niatnya melihat
Dunia ini terasa aneh pada Gu Qingran. Dia berjalan ke arah istana, tetapi para pengawal seperti tidak melihatnya. Dia berpikir, apakah dia semacam jiwa transparan yang terlempar ke distorsi ruang dan waktu. Sungguh sialan, kehidupan macam apa ini. Dia yang jatuh pingsan di ruang operasi, lalu jiwanya masuk ke dalam tubuh Gu Qingran, istri Gu Jixuan, mengungkap misteri sialan yang membuat hidupnya berantakan. Namun, di balik semua itu dia senang karena menemukan kehangatan sebuah keluarga. Tetapi, tidak sampai di sana, kini dia terjebak di distorsi ruang dan waktu menyaksikan kehidupan lampau si pemilik tubuh asli. "Mungkin aku akan mendapatkan petunjuk di sini." Dia melangkah mendekat, pada sosok anak remaja sekitar berusia dua belas tahun duduk sendiri di bawah pohon magnolia yang tengah mekar. Anak itu adalah Gu Jixuan di waktu muda. "Gu Jixuan, dia memang sudah tampan sejak kecil." Gu Jixuan tampak duduk tenang sembari membaca gulungan, mungkin itu adalah gulunga
Malam merangkak di Kediaman Gu. Lu Anxi kini ditahan di ruang tahanan bawah tanah keluarga Gu. Meskipun keluarga Lu sempat mendesak Gu Jixuan untuk melepaskan nona muda mereka, tetapi sesuai aturan, wanita itu harus ditahan, sembari menunggu keputusan dari Kaisar. Gu Qingran duduk di tepi ranjang, napasnya terhela pasrah beberapa kali. Dia berpikir jika Lu Anxi mulai mencurigainya. "Apa aku terlalu mencolok? Ah, mana mungkin. Tetapi Nona Lu mulai curiga padaku, padahal alur sialan ini belum kupecahkan." Dia lalu mengacak rambutnya karena frustrasi. "Arghh, entahlah. Kepalaku pusing." "Kau sakit?" Gu Qingran langsung menoleh, ketika menatap ke arah pintu, sosok Gu Jixuan tampak melangkah mendekat. Dadanya berdebar, dia takut suaminya mendengar apa yang ia ucapkan. "Qingran, kenapa diam?" Wajah lelaki itu berkilau di bawah temaram lentera kamar. Sungguh tampan sekali, membuat rona samar di wajah Gu Qingran menjalar di pipi seputih pualamnya, dan membuat bibirnya kelu. "Tidak,
Kondisi putra mahkota semakin memburuk, meskipun beberapa tabib sudah membuatkannya ramuan penambah stamina. Tetapi, tetap saja pria itu mengeluh cepat lelah, dan dada sesak. Dia duduk di kursi di kediamannya, ibu suri datang beberapa saat yang lalu dan sudah menunggunya di sana. Wanita itu tampa
Gu Jixuan nyaris tersedak ludahnya sendiri. Untuk sesaat dia bahkan curiga telinganya salah dengar. Setelah menikah sekian lama, ini adalah pertama kalinya Gu Qingran memanggilnya seperti itu. "Laogong, lihat dia menggangguku." Gu Qingran berkedip pelan setelah mengucapkan kalimat tersebut. B
"Nyonya, kenapa Nyonya melamun?" tanya Chen Duhan sambil meletakkan semangkuk teh herbal di atas meja yang dipesan Gu Qingran beberapa saat lalu. Saat itu Gu Jinyi sudah tertidur di kamar dalam kediamannya. Bocah itu kelelahan setelah menghabiskan setengah hari mengerjakan tugas yang diberikan
Mata Gu Qingran langsung membelalak. Mendengar ucapan Gu Jixuan itu berarti putra kandungnya adalah Gu Jinyi. Anak yang selama ini dia kira merupakan putra hasil hubungan Gu Jixuan dengan wanita lain, ternyata adalah darah dagingnya sendiri. "Mana mungkin, jadi Gu Jinyi adalah putra kandungku
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak