เข้าสู่ระบบGu Qingran tidak pernah menyangka hidupnya berubah drastis setelah jatuh pingsan di ruang operasi. Namun saat membuka mata, ia justru terbangun di dalam novel kuno yang pernah dibacanya—menjadi tokoh ibu tiri paling dibenci, bertubuh gemuk, buruk rupa, dan berakhir mati mengenaskan di tangan suaminya sendiri. Sebagai Nyonya muda keluarga Gu, hidup Gu Qingran dipenuhi hinaan. Suaminya, Gu Jixuan, membencinya. Ibu mertuanya menganggapnya pembawa sial. Bahkan putra tirinya, Gu Jinyi, takut padanya. Dan lebih buruk lagi…wanita putih teratai bernama Lu Anxi selalu menjadi favorit semua orang. Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Gu Qingran memutuskan satu hal, ia akan mengubah takdirnya sendiri. Mulai dari menyelamatkan Gu Jinyi dari kematian, mengubah tubuhnya yang gemuk , hingga membuat seluruh keluarga Gu menyesali cara mereka memperlakukannya. Namun semakin Gu Qingran berubah, semakin Gu Jixuan mulai memperhatikannya. Wanita yang dulu ia benci… perlahan menjadi sosok yang tak bisa ia abaikan lagi. "Bukankah dulu kau sangat ingin mendapatkan perhatianku?" tanya Gu Jixuan dingin. Gu Qingran hanya tersenyum santai. "Maaf, Tuan Gu. Sekarang aku sudah tidak tertarik lagi."
ดูเพิ่มเติม"Di waktu perpisahan kita, adalah waktu paling menyedihkan dalam hidupku. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika kau tak berada di sisiku. Gu Qingran, bagaimana caranya aku bisa melupakanmu, sementara dirimu tak mau pergi dari pikiranku?" — Gu Jixuan "Kau!" Tubuh Gu Qingran nyaris jatuh ke lantai dingin atap gedung rumah sakit tempatnya bekerja. Di hadapannya, seorang lelaki berdiri dengan balutan jas Armani hitam yang mahal. Lelaki itu tersenyum kepadanya, tetapi bukan senyumnya yang membuat Gu Qingran terpaku, bukan pula wajahnya yang begitu tampan, melainkan karena pria itu adalah... "Gu Jixuan!" Gu Qingran membekap mulutnya dengan telapak tangan. Mungkin dia sedang bermimpi. Jika memang ini mimpi, dia berharap bisa terus berada di sini dan tidak pernah terbangun lagi. Namun ketika dia mencubit lengannya sendiri, rasa sakit yang teramat nyata langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. "Ini bukan mimpi," gumamnya lirih. Kedua tangan lelaki di hadapannya yang semula
"Dokter Gu, Anda sudah sadar!" Suara perawat berdenging di telinganya, terdengar samar seperti berasal dari tempat yang sangat jauh. Gu Qingran perlahan mengerjapkan mata, berusaha menyesuaikan pandangannya dengan cahaya putih yang memenuhi ruangan. Langit-langit berwarna putih. Bau obat-obatan yang begitu familiar, dan juga suara mesin yang berdetak teratur di samping ranjang. Semuanya terasa begitu nyata. Namun, entah kenapa, justru membuat dadanya terasa sesak. Gu Qingran menatap sekeliling ruangan dengan tatapan kosong. Beberapa detik kemudian, ingatannya kembali menyerbu pikirannya. Pohon persik. Gu Jixuan. Gu Jinyi. Pelukan terakhir. Dan tubuhnya yang perlahan kehilangan kesadaran dalam pelukan pria yang paling dicintainya. Air mata langsung mengalir dari sudut matanya. "Aku kembali," ujarnya lirih. Sementara itu, perawat tersebut sudah berlari keluar untuk memanggil dokter yang menangani Gu Qingran selama satu bulan terakhir. Gu Qingran hanya terbaring diam. Tubuh
Manusia itu tak bisa hidup abadi, jika sudah saatnya pergi, kita hanya bisa diam, membisu tanpa kata, hanya air mata yang mewakili rasa sakit yang nyata di dalam hati."Ibu, Ibu, jangan tinggalkan Jinyi. Bukankah kata Ibu sudah berjanji pada Jinyi. Ibu bangun, kenapa Ibu pergi seperti Putra Mahkota."Semua orang diam, para pelayat itu datang dalam keheningan setelah kabar kematian mendadak istri Gu Jixuan.Tabib mengatakan paru-parunya telah rusak, dan tidak disadari.Gu Jixuan diam terpukul, kepalanya menunduk dengan pakaian berkabung. Dia tidak bicara sepatah katapun sejak malam itu. Bahkan kotak yang dia temukan di kamar mendiang istrinya belum dia buka."Jinyi sudah, jangan menangis. Biarkan Ibu pergi dengan tenang. Ibu sudah bahagia bersama para dewa." Gu Yanli mencoba menenangkan. Namun anak itu enggan beranjak pergi dari sisi peti ibunya. Dia terus duduk di sana, menangis dan berteriak histeris. Berharap ibunya akan terbangun lagi, dan memeluknya erat."Bibi Yanli, padahal Ibu
Malam semakin larut. Namun, Gu Qingran belum ingin kembali ke kamar. Setelah memastikan Gu Jinyi tertidur pulas, dia berjalan keluar dari kediaman bersama Gu Jixuan. Keduanya kemudian berhenti di halaman belakang Kediaman Gu, tepat di bawah pohon persik yang sedang mekar. Angin malam berembus perlahan. Kelopak-kelopak bunga persik berwarna merah muda berguguran satu per satu, terbawa angin dan jatuh di atas rerumputan. Gu Qingran mendongak, menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Namun, tak seperti pemandangan di hadapannya, hatinya justru dipenuhi kesedihan yang tak bisa dia ungkapkan. "Indah sekali..." Gu Jixuan berdiri di sampingnya. "Mm, kau benar, indah sekali." Gu Qingran menoleh. Namun, dia hanya mendapati suaminya terus menatapnya tanpa berkedip. Tatapan itu begitu dalam hingga membuat jantungnya berdebar. "Kau tidak melihat bunganya?" "Aku sedang melihat sesuatu yang lebih indah dari bunga persik yang sedang mekar." Gu Qingran terdiam beberapa saat. Kemudian
Matahari perlahan tenggelam di balik pegunungan, menyisakan semburat jingga yang menerpa atap-atap kediaman keluarga Gu. Lampion merah mulai dinyalakan satu per satu di sepanjang koridor utama, membuat suasana malam terlihat megah dan hangat. Aula utama keluarga Gu malam itu tampak ramai. Para
Pagi berikutnya, seluruh kediaman Gu ramai sejak matahari belum sepenuhnya terbit. Para pelayan mondar-mandir membawa kain sutra, baki makanan, dan hiasan jamuan menuju aula utama. Malam nanti keluarga Gu akan mengadakan jamuan makan bersama beberapa kerabat penting, dan sebagai keluarga terpanda
Sementara itu, tubuh kecil Gu Jinyi mulai melemah dalam pelukannya. Bibirnya memucat, napasnya pendek-pendek. "Dingin…" gumam bocah itu lirih. Gu Qingran tidak menunggu izin lagi. Dengan gerakan cepat, ia menarik lengan Gu Jinyi dan menggulung lengan bajunya. Matanya langsung tertuju pada dua
"Gu Qingran, jangan berpura-pura tidak tahu! Keburukan apalagi yang kau lakukan!" bentak Gu Jixuan dengan suara dingin penuh amarah. Beberapa pengawal sudah lebih dulu menangkap Gu Qingran atas perintahnya. Kedua lengan wanita bertubuh gemuk itu dicengkeram kuat dari belakang hingga ia dipaksa b


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็นเพิ่มเติม