Setelah mendengarkan ucapan Han Wei, hati Gu Qingran menjadi tidak tenang. Hari itu juga Gu Qingran memaksa ke istana, meskipun Gu Jixuan melarangnya, karena dia pikir, istana akan sangat berbahaya bagi istrinya. Terlebih lagi, dia takut jika perasaan Gu Qingran kembali pada putra mahkota. "Qingran, jangan pergi. Biar aku yang menyelidiki semua ini." Tapi Gu Qingran menggeleng pelan, jika bukan dia sendiri yang datang, tentu dia tidak akan mampu mengubah alur novel sialan ini. Konflik di novel ini terlalu rumit untuk dia jabarkan, terlalu banyak plot twist mengerikan yang bahkan dia tidak bayangkan sejak awal membacanya. "Tidak bisa, aku harus pergi." Gu Jixuan menggenggam pergelangan tangannya, berharap istrinya tidak keras kepala untuk kali ini saja, tetapi bukan Gu Qingran namanya jika dia terus diam dan menunggu takdir. "Lepaskan aku." "Tidak bisa, aku tidak mengizinkanmu." Gu Qingran meliriknya sinis ke arah Gu Jixuan, jika begini caranya alur novel ini akan berjalan d
Read more