“Tenang Sayank, tenang. Abang di sini,” bujuk Yaka. Dia peluk lembut tubuh Nisha yang histeris. Nisha belum melihat ada Ujang dan Lastyanto. Nisha memeluk erat Yaka. Dia mencari perlindungan. Yaka memeluk lembut dan mengusap punggung Nisha, memberi rasa nyaman.“Tenang Honey, Naffa selamat, nggak apa-apa, Naffa selamat. Tenang,” ucap Yaka lagi.“Bohong! Abang bohong. Aku tadi lihat dengan jelas kok!” Nisha memberontak, dia tak percaya bujukan Yaka.“Beneran Honey. Waktu kamu pingsan dokter memberikan rangsangan pada jantungnya dan dia berhasil selamat. Kamu tenang ya,” kata Yaka sambil memeluk erat perempuan yang histeris itu. Lastyanto dan Ujang tidak berani mendekati. Mereka biarkan Nisha mendapat penghiburan dari Yaka dulu.“Kamu tenang ya. Kamu minum dulu sussu hangat ini. Habis itu makan dulu telur juga buburnya. Baru kita ke ruangan Naffa,” kata Yaka lembut seperti membuju
Read more