로그인Nisha kaget saat keluar kamar mandi Yaka berdiri menunggu di depan pintu.
“Aku nggak apa-apa kok, nggak usah dibikin aku seperti pesakitan kayak begini,” kata Nisha tak enak hati karena Yaka benar-benar siaga menjaga dirinya. Bahkan saat dia sakit sehabis melahirkan Naffa dulu, Fajar tak seperti ini. Suaminya ( kala itu ) hanya bertanya, tanpa melakukan tindakan real.
“Kenyataannya kamu sakit kan?” jawab Yaka. Dia tak memapah Nisha, hanya memantau dari ja
“Saya ingin tahu tentang pasien bernama Nafasya Putri Abyakta.”“Maaf Bapak, kondisi perkembangan pasien di sini hanya bisa ditanya oleh orang yang terdaftar yaitu kedua orang tuanya saja. Orang lain tidak ada yang bisa bertanya tentang kondisi pasien tersebut. Terlebih dia adalah pasien spesial dengan penanganan dari dokter internasional. Yang menangani adalah team dokter ahli otak dari Singapura.”Fajar kaget melihat kenyataan kalau ternyata dokter yang menangani Naffa memang didatangkan dari Singapura.‘Jadi bukan Naffanya yang dibawa terbang ke Singapura, melainkan dokternya yang didatangkan. Tentu itu lebih mahal. Terlebih tadi terlihat dokter yang datang adalah tiga orang,’pikir Fajar.Sampai sore Fajar baru menyerah mencari tahu perkembangan kondisi Naffa. Dia berjalan keluar parkiran akan pulang. Benar-benar dia tak percaya kondisi Naffa sampai seperti itu.Tak ada respon sama sekali di ota
“Kemungkinan pasien atas nama Nafasya Putri Abyakta akan diterbangkan ke Jerman atau Singapura Pak. Kemarin sih dari sini dibawa ke rumah sakit internasional dulu di Jakarta,” jelas dokter yang didatangi oleh Fajar.Sudah tiga hari ini Fajar mencari kabar tentang keberadaan Naffa di rumah ibunya maupun rumah mantan mertuanya, tak ada yang memberitahu di mana keberadaan Naffa sehingga dengan bukti bahwa dia adalah ayah kandungnya, Fajar minta keterangan dari dokter yang menangani kasus Naffa kemarin.Fajar tentu saja tak percaya kalau putrinya akan langsung dibawa ke luar negeri. Mengapa tak dirawat saja di sini, kan sudah pindah ke rumah sakit internasional di Jakarta.“Mengapa harus dibawa sampai ke Jerman atau Singapura Dokter?” tanya Fajar.“Mungkin ayahnya merasa itu penanganan yang terbaik, apabila peralatan di rumah sakit internasional Jakarta tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan,” jelas si
Naura, Yaka dan Nisha kembali ke kamar setelah tadi Naura melihat Naffa di dalam ruangannya. Suster kepala memberi izin pada Naura setelah Yaka memberitahu adiknya baru tiba dari Singapura dan memperlihatkan tiket penerbangan Naura. Jadi bukan hanya mengaku tapi memang terlihat Naura baru datang tadi pagi. Jadi ada dispensasi dia diperbolehkan masuk di luar jam yang seharusnya. Rupanya Naura sudah ke hotel lebih dulu untuk mandi dan menaruh kopernya.“Shasi, aku yakin kamu ingin bicara terkait dengan akan datangnya dokter ahli otak yang aku datangkan. Tapi sebelum kamu bicara aku akan bicara di depan kamu dan Naura agar semua clear.”“Nauramungkin belum tahu apa yang sudah aku lakukan untuk Shasi. Sejak di Singapore aku sudah menyatakan cinta. Tapi dia belum bisa membuka hati, dan aku tidak peduli. Kalau pun dia menolak, cintaku pada Naffa dan Zahran tetap utuh. Mereka anak-anak aku apa pun yang terjadi!”“Shasi, seperti aku t
Saat jam pasien makan siang mereka berempat gantian menengok Naffa karena pasien di ICU yang masih bisa makan biasanya disuapi oleh keluarganya, jadi saat itu keluarga diberi waktu satu jam untuk menemani pasien. Termasuk pasien koma seperti Naffa.Mereka ke ICU sesudah mereka kembali dari mushola. Suster bilang belum ada perkembangan lanjutan dan denyut jantung Naffa masih lemah tapi stabil.Kali ini Widya maupun Raihana diberi kesempatan oleh Nisha untuk masuk secara bergantian lebih dulu. Tentu saja mereka senang bisa memegang dan menciumi tubuh cucu mereka walau hanya sekejap. Keduanya tak sanggup menahan laju air yang meluncur bebas dari pelupuk mata mereka.‘Cucuku begini karena kelakuan anakku. Aku tak akan memberi ampun buat Fajar bila Naffa tak selamat atau dia tak bisa pulih lagi. Tak akan ada ampun untuknya,’ batin Widya.‘Kamu punya banyak orang yang mencintaimu. Sehatlah Sayang,’batin Raihana se
Sepulang dari masjid seberang Rumah Sakit Nisha dan Yaka mampir ke kedai kopi di dekat situ. Mereka ngopi dan makan gorengan Yaka sudah terbiasa beberapa kali seperti itu sehingga perutnya sudah tidak aneh“Ujang tanya kita minta dibawakan apa?” tanya Yaka melihat ada notif pesan di ponselnya.“Abang minta bawain apa?” tanya Nisha sambil menyeruput kopi panas miliknya.“Abang minta dibawain sarapan saja buat kamu, karena dia kan berangkat dabari rumah jam sembilan. Mama bilang mau masak buat kamu,” jawab Yaka.“Kalau mamah bilang mau masak, biar saja sesuai dengan apa yang mau mamah masak.Aku sih kepengen tumis leunca campur oncom,” jawab Nisha.“Apa itu?” kata Yaka.“Makanan kampung di daerah kami. Aku suka saja tumis buah itu,” jawab Nisha.“Ya sudah aku akan jawab Ujang minta itu saja,” balas Yaka. Entah yang dia tulis benar atau tidak, semoga
Nisha kaget saat keluar kamar mandi Yaka berdiri menunggu di depan pintu.“Aku nggak apa-apa kok, nggak usah dibikin aku seperti pesakitan kayak begini,” kata Nisha tak enak hati karena Yaka benar-benar siaga menjaga dirinya. Bahkan saat dia sakit sehabis melahirkan Naffa dulu, Fajar tak seperti ini. Suaminya ( kala itu ) hanya bertanya, tanpa melakukan tindakan real.“Kenyataannya kamu sakit kan?” jawab Yaka. Dia tak memapah Nisha, hanya memantau dari jarak sangat dekat. Sehingga bila Nisha jatuh dia siap membantunya.“Aku tuh kaget saja saat melihat grafik denyut jantung Naffa. Aku kuat kok. Stamina tubuhku bagus,” kata Nisha.“Ya sudah sekarang kamu tidur,” pinta Yaka lembut. Dia tahu tanpa disuruh pun Nisha akan tidur karena sudah disuntik.Sejak semalam Nisha berbaring di ranjang pasien, padahal itu seharusnya nanti untuk Naffa. Yaka tidur di kasur penunggu pasien. Karena sekarang Nisha pas
Karena kegencaran Widya dan Raihana menjodohkan, Fajar dan Nisha akhirnya menikah satu tahun sejak mereka berkenalan.Sekarang pernikahan mereka sudah berjalan 7 tahun lebih sedikit. putri pertama Naffa lahir dua tahun setelah menikah yaitu saat usia Nisha 21 tahun karena saat menikah umur Nisha
“Kamu jangan asal ngomong!” bentak Ambu. Dia tak ingin anaknya lancang terhadap imamnya.“Dengarkan saya bicara dulu. Nanti Ambu sama Mamah boleh marah atau mau usir saya saya nggak apa-apa,” kata Nisha berupaya mengatur emosinya.Widya pun berupaya menekan emosinya. Dia juga ingin marah pada menan
Sejak diusir papanya Dhani, Fajar berupaya kuliah, dia ingin merubah nasib. Dia banting tulang dan dengan susah payah bisa kuliah.Kemarin Fajar baru saja di wisuda, kali ini dia pulang ke desa sekalian mengantarkan mamah-nya ke desa. Dalam dialeg khas daerahnya memang bukan mama panggilan untuk Ib
Nisha tak percaya apa yang hari Jumat, Naffa laporkan ternyata benar.“Aku harus bertindak cermat. Aku tak boleh kalah. Aku perempuan kuat!” demikian Nisha berkata sejak tadi. Dia tak ingin matanya bengkak. Dia tak mau menangisi kegagalan rumah tangganya. Dia akan pikul semuanya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈K







