LOGINNisha kaget saat Naffa putrinya yang masih TK mengadu kalau ayahnya telah menjadi papa temannya dia lihat dari foto-foto pernikahan ayah ya dengan mama Menik Dia tak mau di madu, dan mengurus cerai Yang Fajar suaminya tak tahu, Nisha adalah pengacara besar dan akhirnya membuatnya terpuruk tapi tak ada maaf dari mantan istrinya sebab akibat perbuatan Fajar selingkuh, putrinya mengalami gangguan mental Membawa Naffa ke Singapore sambil bekerja, Nisha bertemu klien kakapnya yang bisa menjadi obat bagi putrinya Mampukah lelaki itu menarik Nisha dari rasa tak percaya pada makhluk yang bernama lelaki?
View MoreNisha tak percaya apa yang hari Jumat, Naffa laporkan ternyata benar.
“Aku harus bertindak cermat. Aku tak boleh kalah. Aku perempuan kuat!” demikian Nisha berkata sejak tadi. Dia tak ingin matanya bengkak. Dia tak mau menangisi kegagalan rumah tangganya. Dia akan pikul semuanya.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Kemarin hari Jumat Naffa putri sulungnya, pulang dengan wajah tertunduk sedih. Sebagai bunda tentu Nisha mengerti bahwa ada yang mengganggu pikiran putri sulungnya itu.
“Teteh, ada apa kok mukanya begitu? Kayak baju belum disetrika,” demikian tanya Nisha saat putri sulungnya pulang sekolah. Putrinya bernama Nafasya Putri Abyakta berusia 5 tahun. Sekarang duduk di TK C atau TK besar. Memang 1 tahun lebih cepat dari yang seharusnya. Mungkin menurun dirinya, walau untuk Naffa, Nisha sedikit mengerem agar Naffa tak terlalu cepat lulus kuliah nantinya.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Saat Naffa datang, Nisha masih sibuk dengan putra keduanya yaitu Zahran Putra Abyakta yang artinya laki-laki yang rupawan. Saat ini Zahran yang berusia 3 tahun. Perbedaan usia Naffa dan Zahran memang dua tahun, ketika Naffa berusia 1 tahun lewat dua bulan dia sudah mulai hamil Zahran.
“Apa ayah itu bisa kita bagi dua?” tanya Naffa pada Nisha.
“Selama ini, ayah dibagi tiga kan? Separuh buat Bunda separuh buat Teteh Naffa dan separuh buat adik Zahran. Kenapa?” tanya Nisha dengan lembut. Tak mungkin kan dia bilang ayahnya dibagi sepertiga, karena Naffa baru berumur 5 tahun belum mengerti pembagian sepertiga.
“Tadi temanku Menik pamer foto. Dia bilang mamanya sekarang sudah punya papa baru. Aku lihat foto papanya Menik itu, ayah aku!” kata Naffa.
Tentu saja itu membuat Nisha kaget. Dia tak percaya apa yang putrinya katakan.
“Mungkin hanya mirip,” kata Nisha mencoba berbesar hati.
“Enggak, enggak mirip. Itu memang ayah aku. Aku lihat kok ada banyak foto yang Menik bawa,” tolak Naffa, tak mau bila dia dianggap salah lihat. Naffa juga sambil menggeleng ketika bicara.
Nisha langsung lemas, kalau memang Fajar sudah mendua, mengapa istri barunya sudah punya anak berusia 6 tahun seperti Menik? Mengapa dia mendua dengan seorang janda dan Menik rasanya pun kakak. Artinya madunya lebih tua. Bukan perawan yang lebih muda.
‘Aku kurang apa?’ kata Nisha tak mengerti dia diperlakukan seperti ini oleh Fajar.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
‘Di mana Kang Fajar bertemu dengan mamanya Menik? Apa karena tiap hari Kang Fajar mengantar Naffa sekolah sehingga bertemu dengan mamanya Menik. Tapi kan kalau habis mengantar Naffa, Kang Fajar langsung ke kantor. Bagaimana mereka bisa bersama?’ pikir Nisha.
Dia akan mulai menyelidiki. Sekarang dia harus membujuk Naffa supaya tidak bicara dengan Fajar mengenai foto yang Menik bawa.
“Belum tentu itu benar ayah kamu. Jadi kamu tenang dan nggak usah bicara sama ayah dulu ya?” bujuk Nisha.
“Itu ayah aku. Namanya Fajar Abyakta Danoeswan, ada di suratnya aku lihat,” kata Naffa.
“Surat apa Sayang?”
“Kata Menik kemarin itu ada selametan pernikahan mama sama papa baru. Terus ini kertasnya dalam box-nya.” Naffa memberikan kertas copy-an pada Nisha. Rupanya untuk mencegah keributan digerebeg tetangga, Fajar membuat berkat yang dikirim ke semua tetangga sekitar rumah istri barunya. Di situ dituliskan telah menikah tanggalnya dua minggu lalu Fajar Abyakta Danoeswan dengan Kusuma Wardhani. Jadi jelas memang Fajar sudah menikah dua minggu lalu!
Runtuhlah dunia Nisha saat itu, tapi dia berupaya diam.
“Teteh sayang Bunda?” tanya Nisha, berupaya agar air matanya tidak jatuh.
“Iya Bun, Teteh sayang sama Bunda,” jawab Naffa sambil memeluk bundanya.
“Teteh jangan bicara apa pun dengan ayah soal Menik dan pernikahan Mamah serta papanya ya. Kita diam-diam dulu. Teteh juga nggak usah ngomong apa pun sama Menik kalau papa barunya itu ayah kamu. Nanti ribut di sekolah. Kita main umpet-umpetan, seakan-akan kita nggak tahu ya?” pinta Nisha. Hatinya sudah sangat perih. Dia mengetahui perselingkuhan bahkan pernikahan suaminya dari kertas selamatan box nasi. Hanya berupa kertas fotokopi ketikan yang dimasukkan di nasi berkat atau nasi selamatan juga foto-foto yang putrinya ceritakan.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Hari Sabtu dan Minggu, Fajar tidak keluar ke mana-mana dia masih tetap manis pada kedua putra dan putrinya. Dia masih baik walau Nisha melihat ada sedikit sifat kaku dari Naffa yang selalu menghindar bila berdekatan berdua dengan Fajar. Naffa selalu menjauh dari Fajar. Rupanya gadis kecil itu terluka.
‘Pantas setiap pagi dia rajin sekali mendandani Naffa. Rupanya biar cepat ketemu sama mamanya Menik.’ batin Nisha.
Hari ini hari Senin. Fajar langsung mendandani Naffa dengan cermat. Wajahnya sangat gembira. Nisha sudah bertekad akan mendatangi Menik dan membuat foto mereka berdua dengan barang bukti. Tak ada lagi yang ingin dia tutup-tutupi.
Biasanya yang menjemput Naffa adalah Ujang, adiknya Nisha, tapi kali ini sengaja Nisha yang ingin menjemputnya dan dia tidak datang pada saat waktu pulang. Seharusnya mereka pulang jam .00. Kali ini Nisha sudah ada di sana jam 08.30. Nisha bicara kepada Ibu kepala sekolah untuk ngobrol sebentar dengan Menik dan Naffa.
“Ada apa ya Bu ingin bicara dengan Menik?” tanya kepala sekolah.
“Biasa ribut antar anak-anak. Saya ingin mendamaikan mereka versi saya sebentar saja.” jawab Nisha dengan senyum manisnya.
“Oh iya, silakan.” maka Menik pun dipanggil untuk ketemu dengan Nisha.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
“Cantik, katanya punya papa baru ya?” kata Nisha lembut.
“Iya. Papa aku tiap hari ke sini. Tiap pagi papa nungguin aku datang dulu habis itu papa pergi sama mama deh,” kata Menik dengan bangganya.
“Tante boleh lihat foto-foto papa baru kamu?” tanya Nisha dengan sabar.
“Sebentar ya Tante, aku ambil dulu di tas,” dan Menik pun mengambil empat buah foto. Kemarin hanya 3 buah foto yang dia bawa.
Di sana ada saat Fajar memasukkan cincin dengan penuh senyum pada jarinya perempuan bernama Kusuma Wardhani itu. Lalu ada foto Fajar mencium kening Kusuma Wardhani. Ada foto Fajar bersama 5 anak termasuk Menik dan istri barunya, lalu ada foto Fajar berdua istri barunya dengan buku nikah mereka. Semua itu di foto kembali oleh Nisha dengan tangan gemetar. Dia berupaya getaran tangannya tidak mempengaruhi hasil foto repro-nya.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Sekarang Nisha baru tahu madunya itu usianya lebih tua delapan tahun darinya. Madunya merupakan kekasih pertama Fajar. Saat mereka masih SMA dulu Fajar dan Dhani saling mencinta. Ketika itu Fajar kelas 3 dan Dhani kelas 1. Cukup lama mereka berpacaran. Akhirnya saat Dhani lulus Fajar melamar Dhani tetapi langsung ditolak oleh orang tua Dhani, karena Fajar hanya anak seorang buruh tani. Fajar diusir dari rumah Dhani. Tiga bulan setamat SMA Dhani menikah dengan juragan kaya, bukan menjadi istri pertama tapi jadi istri kedua. Itu yang pernah Nisha ketahui dari Widya ibu mertuanya.
Naura, Yaka dan Nisha kembali ke kamar setelah tadi Naura melihat Naffa di dalam ruangannya. Suster kepala memberi izin pada Naura setelah Yaka memberitahu adiknya baru tiba dari Singapura dan memperlihatkan tiket penerbangan Naura. Jadi bukan hanya mengaku tapi memang terlihat Naura baru datang tadi pagi. Jadi ada dispensasi dia diperbolehkan masuk di luar jam yang seharusnya. Rupanya Naura sudah ke hotel lebih dulu untuk mandi dan menaruh kopernya.“Shasi, aku yakin kamu ingin bicara terkait dengan akan datangnya dokter ahli otak yang aku datangkan. Tapi sebelum kamu bicara aku akan bicara di depan kamu dan Naura agar semua clear.”“Nauramungkin belum tahu apa yang sudah aku lakukan untuk Shasi. Sejak di Singapore aku sudah menyatakan cinta. Tapi dia belum bisa membuka hati, dan aku tidak peduli. Kalau pun dia menolak, cintaku pada Naffa dan Zahran tetap utuh. Mereka anak-anak aku apa pun yang terjadi!”“Shasi, seperti aku t
Saat jam pasien makan siang mereka berempat gantian menengok Naffa karena pasien di ICU yang masih bisa makan biasanya disuapi oleh keluarganya, jadi saat itu keluarga diberi waktu satu jam untuk menemani pasien. Termasuk pasien koma seperti Naffa.Mereka ke ICU sesudah mereka kembali dari mushola. Suster bilang belum ada perkembangan lanjutan dan denyut jantung Naffa masih lemah tapi stabil.Kali ini Widya maupun Raihana diberi kesempatan oleh Nisha untuk masuk secara bergantian lebih dulu. Tentu saja mereka senang bisa memegang dan menciumi tubuh cucu mereka walau hanya sekejap. Keduanya tak sanggup menahan laju air yang meluncur bebas dari pelupuk mata mereka.‘Cucuku begini karena kelakuan anakku. Aku tak akan memberi ampun buat Fajar bila Naffa tak selamat atau dia tak bisa pulih lagi. Tak akan ada ampun untuknya,’ batin Widya.‘Kamu punya banyak orang yang mencintaimu. Sehatlah Sayang,’batin Raihana se
Sepulang dari masjid seberang Rumah Sakit Nisha dan Yaka mampir ke kedai kopi di dekat situ. Mereka ngopi dan makan gorengan Yaka sudah terbiasa beberapa kali seperti itu sehingga perutnya sudah tidak aneh“Ujang tanya kita minta dibawakan apa?” tanya Yaka melihat ada notif pesan di ponselnya.“Abang minta bawain apa?” tanya Nisha sambil menyeruput kopi panas miliknya.“Abang minta dibawain sarapan saja buat kamu, karena dia kan berangkat dabari rumah jam sembilan. Mama bilang mau masak buat kamu,” jawab Yaka.“Kalau mamah bilang mau masak, biar saja sesuai dengan apa yang mau mamah masak.Aku sih kepengen tumis leunca campur oncom,” jawab Nisha.“Apa itu?” kata Yaka.“Makanan kampung di daerah kami. Aku suka saja tumis buah itu,” jawab Nisha.“Ya sudah aku akan jawab Ujang minta itu saja,” balas Yaka. Entah yang dia tulis benar atau tidak, semoga
Nisha kaget saat keluar kamar mandi Yaka berdiri menunggu di depan pintu.“Aku nggak apa-apa kok, nggak usah dibikin aku seperti pesakitan kayak begini,” kata Nisha tak enak hati karena Yaka benar-benar siaga menjaga dirinya. Bahkan saat dia sakit sehabis melahirkan Naffa dulu, Fajar tak seperti ini. Suaminya ( kala itu ) hanya bertanya, tanpa melakukan tindakan real.“Kenyataannya kamu sakit kan?” jawab Yaka. Dia tak memapah Nisha, hanya memantau dari jarak sangat dekat. Sehingga bila Nisha jatuh dia siap membantunya.“Aku tuh kaget saja saat melihat grafik denyut jantung Naffa. Aku kuat kok. Stamina tubuhku bagus,” kata Nisha.“Ya sudah sekarang kamu tidur,” pinta Yaka lembut. Dia tahu tanpa disuruh pun Nisha akan tidur karena sudah disuntik.Sejak semalam Nisha berbaring di ranjang pasien, padahal itu seharusnya nanti untuk Naffa. Yaka tidur di kasur penunggu pasien. Karena sekarang Nisha pas
“Aku rasa untuk sidang pertama besok aku siap, semoga sidang berikutnya waktunya lebih fleksibel. Aku kalau harus pulang pergi terus rasanya tidak enak karena kamu terlalu besar beban biayanya. Aku ingin sidang marathon langsung selesai, beres. Besok aku akan usulkan pada hakim ketuanya biar bisa m
Fajar kaget mendengar dugaan sang mamah. Ya, dia dan Dhani belum mencetak foto pernikahan untuk dipasang di dinding. Dari mana Menik mendapatkan semua itu? Dan mengapa Menik sengaja memperlihatkan semua langsung pada Naffa, bukan pamer pada teman lain atau gurunya?Dan Fajar membenarkan, f
“Fajar?” sapa seorang ibu muda, Fajar ingat dua hari lalu dia baru bertemu dengan dua orang sahabatnya ketika SMA. Pertemuan dua hari lalu itu membuatnya sangat menyesal menikah dengan Dhani. Tapi begitu mengingat Dhani, semua info tentang apa pun langsung sirna dan dia langsung tak bisa berkutik d
“Tapi kan kamu tahu. Status aku. Punya anak istri. Nggak mungkin aku tidur malam di sini. Pasti nanti istriku curiga,” ucap Fajar mulai tancap gas. Fajar mempercepat memacu senapannya.“Iya, tapi kan, tapi kan,” kata Dhani tak tahu harus bicara apa. Konsentrasinya bukan ke pokok pembicaraan mereka.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews