Derap kaki kuda bergema di sepanjang tepian Danau Qingshui.Guo Zhenyu memimpin pasukannya kembali menuju perkemahan tanpa menoleh lagi ke arah hutan.Semakin dekat mereka, semakin jelas bau asap yang terbawa angin.Bukan bau kayu terbakar.Melainkan bau mesiu. Jantungnya berdegup semakin cepat."Tuan..." bisik wakil prajurit."Itu dari arah perkemahan."Guo Zhenyu tidak menjawab, ia justru memacu kudanya lebih kencang.***Sementara itu, di perkemahan kekaisaran, keadaan kembali berubah kacau.Namun kali ini bukan karena hujan anak panah.Melainkan karena seseorang telah membunyikan tanduk darurat.Bwooooo...!Suaranya panjang. Mendesak, seluruh prajurit langsung berlari menuju pusat perkemahan."Lindungi Yang Mulia!""Semua komandan segera berkumpul!"Di tengah kepanikan itu, Lin Xueying berdiri di depan kereta keluarga Guo.Tangannya menggenggam erat keping Giok Phoenix.Entah mengapa, sejak beberapa saat lalu, giok itu terus memancarkan kehangatan.Seolah sedang memperingatkannya.
Leer más