Kereta kuda itu berhenti tepat sebelum matahari tenggelam.“Utusan Agung, kita sudah memasuki wilayah Da Liang.”Suara pengawal dari luar membuat Lin Xueying perlahan membuka tirai jendela.Pegunungan yang selama beberapa hari terakhir hanya terlihat sebagai bayangan di kejauhan kini tampak begitu akrab.Da Liang.Negeri yang pernah membuatnya merasa seperti orang asing di rumah sendiri.Namun anehnya, semakin dekat ia dengan kediaman Guo, semakin cepat pula jantungnya berdetak.Bukan karena takut.Ia hanya tidak tahu apa yang akan ia rasakan ketika kembali.Tangannya bergerak ke kotak kecil di sampingnya.Di dalamnya terdapat hiasan rambut yang diberikan Jin Yucheng.Ia menatap benda itu cukup lama sebelum tersenyum tipis.“Terima kasih,” gumamnya.Bukan karena ia menerima perasaan Yucheng.Melainkan karena lelaki itu membuatnya menyadari sesuatu yang selama ini tidak berani ia akui.Ia bukan hanya seorang istri. Bukan hanya seorang ibu, bukan hanya seorang Utusan Agung.Ia adalah Li
Baca selengkapnya