Jadi, ia tidak bisa gegabah menarik kesimpulan.Namun jika orang itu memang cocok dengan sosok dalam ingatan kehidupan sebelumnya, maka ini akan menjadi bencana bagi PT Jaringan Nusantara.Bencana bagi Gilang.“Ayah, bukankah kita akan naik lift? Mengapa Ayah tidak bergerak?”Melihat Abimanyu berdiri diam, gadis kecil itu, Lala, mendongak dengan mata besar yang jernih.Ia bertanya dengan ekspresi bingung.Pikiran Abimanyu tersela oleh suara Lala.Abimanyu lalu tersenyum kecut dan tersadar kembali.Ia berusaha mengusir kenangan-kenangan itu dari pikirannya.Sambil mengusap kepala kecil Lala, ia berkata, “Ayah tadi sedang melamun dan jadi teralihkan. Ayo, kita naik lift.”Sambil menggenggam tangan kecil Lala, Abimanyu mulai berjalan menuju lift.Saat itu juga.“Ding!”Dengan bunyi “ding”, pintu lift kembali terbuka.Kali ini, Gilang yang keluar.“Kak Bim, kau sudah datang!”Begitu melihat Abimanyu, Gilang langsung tersenyum dengan rasa terkejut yang menyenangkan.“Aku baru saja selesai
Read more