Ia menyerah setelah disambut dengan sikap seperti itu, lalu memutuskan untuk tidak mencoba lagi. Namun, meskipun ia memilih diam, Siska tidak membiarkannya. Ia mencibir dan berkata, “Lalu menurutmu, permintaan apa yang pantas kuajukan? Seperti kakak Dimas, tidak meminta apa pun lalu menikah begitu saja? Setelah itu tinggal di kamar kontrakan sempit dan kumuh di permukiman kota, naik motor listrik di tengah angin, panas, dan hujan? Sekalipun aku mau, apakah orang tuaku yang membesarkanku akan rela melihatku menderita seperti itu?” Lebih baik Siska tidak menyebut hal itu. Begitu ia menyebutnya, Bu Linda dan Pak Darmo langsung tersulut. Itu karena dahulu Nisa meninggalkan pria-pria kaya dan mapan lalu memilih anak yatim piatu tidak berguna seperti Abimanyu. Akibatnya, keluarga mereka tidak hanya gagal memperbaiki hidup, tetapi juga tidak mendapatkan sepeser pun mahar. Memikirkan betapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk pernikahan Dimas, hati mereka langsung terasa kesal. M
Read more