90**Mobil mewah Calvin berhenti tepat di pelataran depan gedung pencakar langit milik perusahaannya yang menjulang tinggi. Dinding-dinding kaca gedung itu tampak berkilauan memantulkan pendar cahaya matahari pagi, menyajikan kesan megah, kokoh… sekaligus terasa begitu asing bagi indra penglihatan Camelia.Selama beberapa detik, tidak ada satu pun dari mereka yang bergerak. Camelia masih setia melemparkan pandangannya ke luar jendela kaca, sementara kedua belah telapak tangannya tampak mengepal ringan di atas pangkuan.“Turun,” titah Calvin dengan nada suara yang terdengar begitu santai.Camelia melirik pria itu sekilas, lalu segera membuka pintu mobil tanpa berniat mengeluarkan sepatah kata pun. Dia memilih untuk melangkah keluar terlebih dahulu.Calvin segera bergerak mengekor di belakangnya.Begitu keduanya telah berdiri berdampingan di halaman depan gedung megah tersebut, Camelia akhirnya memutuskan untuk membuka suara.“Ada satu hal yang ingin kutegaskan,” ucapnya tanpa repot-rep
Read more