85Malam sudah sangat larut ketika Camelia akhirnya tiba di depan unit apartemennya. Lorong gedung tampak temaram dan sunyi, menyisakan keheningan yang menenangkan.Begitu pintu depan terbuka, Aurora melangkah masuk terlebih dahulu dengan sisa-sisa tenaga yang ada.“Aku lelah sekali, Ibu…” gumam bocah perempuan itu, berjalan gontai menuju kamarnya.Daven mengekor tepat di belakang adiknya. “Aku juga sudah mengantuk dan ingin langsung tidur.”Camelia mengulas senyum tipis melihat keletihan mereka. “Cuci tangan, cuci kaki, dan sikat gigi dulu sebelum tidur, ya?”“Iya, Ibu…” sahut keduanya hampir bersamaan sebelum menghilang di balik pintu kamar yang kemudian tertutup perlahan.Kini, hanya tersisa Camelia dan Revan di ruang tamu. Atmosfer di antara mereka mendadak berubah menjadi canggung dan canggung.Camelia meletakkan tas jinjingnya di atas meja, lalu membalikkan tubuh menghadap Revan. “Terima kasih banyak… sudah mengajak kami makan malam bersama.”Revan tersenyum hangat, menatapnya l
Ler mais