Malam semakin larut. Jarum jam di dinding sudah merangkak hampir mendekati angka sepuluh, namun suasana di dalam apartemen justru terasa jauh lebih hangat dan hidup dibandingkan malam-malam sebelumnya.Aurora masih betah duduk beralaskan lantai, kedua lengan kecilnya memeluk erat boneka barunya yang berbulu halus. Sementara itu, tidak jauh dari sana, Daven sedang asyik mengendalikan mobil *remote control*-nya. Matanya berbinar jenaka setiap kali jemarinya menggerakkan tuas pengendali, membuat mainan itu melaju zig-zag ke sana kemari.“Lihat, Ma! Mobilnya bisa ngetril!” seru Daven bersemangat, wajahnya mendongak memamerkan binar bangga.Camelia menyunggingkan senyum tipis, matanya melembut menatap sang putra. “Iya, jagoan. Tapi hati-hati, jangan sampai menabrak dinding, ya.”Di sudut ruangan yang lain, Calvin berdiri membisu. Kedua tangannya terbenam dalam saku celana, namun sepasang matanya tidak sedetik pun lepas dari gerak-gerik kedua bocah itu.Ada sesuatu yang bergetar hebat di da
Read more