Bab 249Aroma cat yang baru mengering di dalam ruangan serba biru itu berangsur-angsur memudar, tergantikan oleh hembusan sejuk dari pendingin udara. Ziyi melangkah menuju meja rias di sudut ruangan, merapikan draf dekorasi yang sedari tadi dipegangnya sebelum berbalik menatap Juna, yang masih berdiri tak bergeming di ambang pintu."Juna," panggil Ziyi dengan suara tenang yang menyiratkan keteguhan tak terbantahkan. "Aku ingin pergi ke Singapura."Juna tersentak dari lamunannya. Netra gelapnya membelalak menatap sang istri, alisnya bertaut bingung."Ke Singapura? Mau apa, Ziyi?""Aku ingin melihat kondisi Seraphina dengan mataku sendiri. Aku ingin memastikan, dengan mataku sendiri, bahwa dia dan bayi-bayi di dalam kandungannya baik-baik saja dan tidak kekurangan apa pun," jelang Ziyi seraya melangkah menghampiri Juna, menatap lurus ke dalam matanya.Juna menghela napas panjang yang terdengar cukup berat. Ia mendaratkan kedua tangannya dengan lembut di bahu ramping Ziyi, berusaha membu
Read more