Bab 228Malam semakin larut di dalam ruang VIP yang remang-remang. Calvin meletakkan gelas whiskey yang telah kosong di atas meja kaca dengan bunyi pelan, lalu menatap lurus ke dalam mata gelap Juna yang masih tampak redup, dipenuhi sisa-sisa luka."Kau sebaiknya segera menemui Camelia, Juna," ucap Calvin dengan suara baritonnya yang berat dan dalam, penuh penegasan. "Dia sangat sedih di rumah sekarang. Sejak kau pergi siang tadi, tangisnya belum benar-benar berhenti."Juna mengembuskan napas pendek yang terasa begitu berat, lalu menyisir rambut hitamnya dengan jemari yang sedikit gemetar. "Aku tahu... aku tahu hari ini aku sudah menjadi kakak yang sangat buruk untuknya.""Dia hanya mencintaimu, Juna. Hanya saja, caranya mungkin terasa salah di matamu saat kau sedang berada dalam kekacauan," tambah Calvin sambil bangkit dari sofa tunggalnya dan merapikan mantel hitam yang dikenakannya."Baiklah, besok aku akan menemuinya di rumahmu," jawab Juna dengan suara serak, tetapi dipenuhi teka
Ler mais