Bab 295Emosi hangat yang mengalir di antara Anna, Daven, dan Aurora di bawah naungan pohon rindang Central Park seolah membekukan waktu. Setelah pelukan erat penuh kerinduan itu perlahan terlepas, suasana menjadi jauh lebih santai dan akrab. Aurora, yang masih enggan melepaskan lengan kanannya dari genggaman Anna, tersenyum lebar dengan mata yang masih menyisakan jejak air mata kebahagiaan."Bibi, bagaimana kalau kita foto bersama dulu?" usul Aurora penuh semangat seraya merogoh tas punggungnya untuk mengambil ponsel pintar. "Buat kenang-kenangan hari ini. Aku mau tunjukkan fotonya ke Paman Juna dan Bibi Ziyi nanti."Anna mengangguk pelan, senyum tulus mengembang di wajah anggunnya, membuat pesona keibuannya kian memancar. "Tentu saja, Sayang. Ayo, kita foto bersama."Daven berdiri di sisi kiri Anna, merangkul pelan bahu wanita itu, sementara Aurora merapat di sisi kanan seraya mengangkat ponselnya tinggi-tinggi.Cklik!Suara ketikan rana kamera terdengar, mengabadikan momen ketika k
Read more