Bab 301Langkah kaki yang terburu-buru namun anggun bergema di koridor rumah sakit. Seorang pria tua berbusana setelan jas mahal melangkah maju dengan bantuan tongkat berkepala perak di tangan kanannya. Di belakangnya, dua pengawal bersetelan jas hitam mengikuti dari dekat, tetap dalam kesiapsiagaan penuh.Revaline, yang baru saja melangkah keluar dari area ruang tunggu bersama Anna untuk memeriksa keadaan di ruang gawat darurat lagi, langsung menengadah. Saat matanya tertuju pada pria tua itu, air matanya pecah seketika."Kakek!" seru Revaline serak.Ia berlari kencang menghampirinya, melepaskan genggaman tangan Anna lalu menghempaskan dirinya ke dalam pelukan sang kakek. Tuan Besar Chandler mendekap cucu kesayangannya erat-erat, mengusap lembut punggungnya yang bergetar seiring tubuh Revaline yang berguncang oleh isakan tak terkendali."Tenanglah, Revaline... Kakek di sini, Sayang. Tenanglah," bisik Tuan Besar Chandler dengan suara serak namun menenangkan. "Bagaimana keadaan ayahmu?
Read more