"LEPASKAN DIA, ARION!"Suara Arthur menggema di langit hitam. Aku bisa mendengarnya meski sayap hitam Arion masih menyelimutiku—meski bibir malaikat gila itu masih menempel di leherku.Arion mendesah kesal. "Tamu yang tidak diundang. Selalu saja."Dia menarik diri dari atas tubuhku. Udara dingin menyambar kulitku yang setengah telanjang. Aku menggigil, tangan gemetar merapatkan bajuku yang sudah hampir terbuka semua."Jangan ke mana-mana, Lylia." Arion tersenyum, jarinya menyentuh daguku. "Aku cepat."Sayap hitamnya mengembang—dan dia melesat keluar dari jendela kristal.---Di langit, tiga sosok berdiri berhadapan dengan Arion.Arthur dengan sayap bayangan hitamnya, mata merah menyala penuh amarah. Kael dengan armor perak yang retak, pedang sucinya bersinar terang meski sudah patah. Lark di belakang mereka, tubuhnya masih berlumuran darah, tongkatnya bergetar memegang mantra."Wah, wah, wah." Arion bertepuk tangan perlahan. "Raja Iblis, Kesatria Suci, dan Penyihir Agung. Semua pria p
Terakhir Diperbarui : 2026-06-12 Baca selengkapnya