Malam itu, Kaelith tidak tidur. Ia masih duduk di kursinya, memikirkan Daisha dan seluruh rahasianya di akademi ini. Tanpa ia sadari, waktu sudah berputar sangat cepat. Hari sudah hampir pagi.Cahaya keemasan sudah hampir terlihat. Kaelith menghela napas, dan akhirnya ia berdiri berjalan ke arah ranjang Daisha yang masih tertidur. Setelah berdiam cukup lama, akhirnya Kaelith naik ke ranjangnya. Raganya seperti tidak bersama dengan tubuhnya.‘Shankara,’ ucapnya dalam hati, lalu tidur.Pagi harinya, Daisha bangun terlambat dari biasanya.Ia membuka matanya lebar-lebar.“Kesiangan, kenapa senior tidak—”Suara Daisha tercekat, saat melihat Kaelith masih meringkuk di dalam selimut. Daisha buru-buru turun, tidak mengenakan apapun. Tubuh Kaelith membelakanginya. Daisha mengguncangkan tubuhnya cukup kuat.“Senior,” panggil Daisha. “Kita kesiangan,” kata Daisha.“Masih ada waktu,” jawab Kaelith. “Kamu mandi saja. Hari ini aku tidak ikut kelas,” jawab Kaelith.Daisha terkejut, Kaelith yang me
Read More