Kaelith membeku. Kemudian menoleh, menatap Daisha yang kini perlahan berdiri. Namun, tidak menghampirinya, hanya berdiri di depan sana.Daisha tersenyum. Senyuman itu membuat Kaelith mematung untuk beberapa saat, sampai akhirnya suaranya terdengar."Tidur lebih awal. Besok kelas pertamamu."Kaelith berbalik."Senior juga. Selamat malam," kata Daisha.Daisha memutar tubuhnya meninggalkan taman, kembali ke paviliun.Kaelith teringat ucapan Daisha belum lama ini, dan bertanya-tanya pada dirinya. Apakah yang sering dikatakan juniornya benar, kalau dia terlalu dingin dan kaku. Hingga selalu dianggap galak?Setelah itu Kaelith menoleh ke kekosongan di depannya, kemudian kembali ke paviliun.___Rasanya belum lama ia tertidur. Tapi hari sudah hampir pagi. Daisha buru-buru turun dari tempat tidur, mengamati empat teman sekamarnya yang masih terlelap.Ini kesempatan yang bagus untuk Daisha agar bisa mandi dengan tenang. Dengan langkah pelan, Daisha berjalan ke kamar mandi. Ia menarik tusuk ram
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-28 Mehr lesen