Kaelith membeku. Kemudian menoleh, menatap Daisha yang kini perlahan berdiri. Namun, tidak menghampirinya, hanya berdiri di depan sana.Daisha tersenyum. Senyuman itu membuat Kaelith mematung untuk beberapa saat. Kaelith memutar tubuhnya."Tidur lebih awal. Besok kelas pertamamu.""Senior juga. Selamat malam," kata Daisha.Daisha mengayunkan kakinya, ke arah berlawanan dengan Kaelith. Ia kembali ke paviliun.Setelah kembali ke kamar, Daisha masih tidak bisa tidur. Saat ini dia berada di tempat, dimana isinya pria semua. Daisha sangat berhati-hati, agar identitasnya tidak ketahuan.***Rasanya belum lama ia tertidur. Tapi hari sudah hampir pagi. Daisha buru-buru turun dari tempat tidur, mengamati empat teman sekamarnya yang masih terlelap.Ini kesempatannya, agar bisa mandi dengan tenang. Dengan langkah pelan, Daisha berjalan ke kamar mandi. Ia menarik tusuk rambut, sanggulan rambutnya jatuh menjuntai ke bawah.Helai demi helai pakaian jatuh ke lantai. Setelah itu ia mandi dengan air h
Last Updated : 2026-04-28 Read more