Elise menemukan Rezie di bar dalam keadaan mabuk berat. Elise duduk di sampingnya. Tangannya bertumpu di bahu Rezie dan berkata dengan lembut, "Rezie, kita sama-sama saja, lalu kembali ke negara kita, ya?"Rezie mengangkat mata menatapnya sekilas, lalu langsung menepis tangannya."Jangan sentuh aku. Aku mau cari Elora."Hari ini Elise sudah disiram dua cangkir kopi oleh Elora, ditambah lagi dihina habis-habisan. Mendengar kata-kata Rezie, emosinya langsung meledak. Dia melempar beberapa foto Elora dan Candra ke atas meja."Rezie, sadarlah.""Elora sudah sama orang lain. Dia nggak menginginkanmu lagi. Ikut aku pulang, ya? Kita seperti dulu saja, Rezie, ya?"Rezie mengambil foto-foto itu, lalu tanpa ragu merobeknya dan membuangnya ke tempat sampah."Ini hanya akal-akalan Elora untuk memancingku. Selama aku terus minta maaf, dia pasti akan memaafkanku. Elora sangat mencintaiku. Dia nggak mungkin meninggalkanku."Melihatnya seperti itu, Elise benar-benar marah."Rezie, dia sudah nggak meng
Read more