Rezie baru saja pergi, bel pintu pun berbunyi.Elora membuka pintu. Seorang wanita berdiri di luar, di tangannya membawa kotak kue yang indah."Halo, aku Elise, yang kemarin kirim pesan ke kamu."Elise tersenyum lembut tetapi penuh provokasi. "Akhir-akhir ini Rezie banyak menjagaku, jadi aku buat sedikit kue sebagai ucapan terima kasih. Orang yang datang berkunjung adalah tamu, kamu nggak mungkin nggak menyambutku, 'kan?"Tanpa menunggu jawaban, dia sudah masuk sendiri dan mulai melihat-lihat.Saat melewati taman, Elise berhenti. "Mawar-mawar ini semuanya varietas yang paling aku suka. Nggak nyangka Rezie masih menanamnya."Ujung jari Elora sedikit bergetar. Dia ingat, setiap pagi Rezie selalu merawat bunga-bunga ini sendiri, tidak pernah menyuruh orang lain.Dulu Elora mengira itu hanya hobi hidupnya.Di tepi kolam, beberapa kura-kura berjemur dengan malas."Ah, mereka masih hidup!" Elise berseru senang, "Ini peliharaanku waktu kecil. Setelah ke luar negeri, aku sudah nggak mengurusny
Read more