Short
Cinta Pertama Membayangi Pernikahan

Cinta Pertama Membayangi Pernikahan

By:  ZoyaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
26Chapters
18.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di usia 20 tahun, Elora menikah dengan sahabat lama ayahnya, Rezie. Pria itu delapan tahun lebih tua darinya dan dikenal sebagai sosok dingin seperti raja neraka di kalangan mereka. Di dunia bisnis, caranya menangani masalah sangat kejam dan tegas. Dia juga tidak pernah dekat dengan wanita. Namun entah mengapa, pria itu begitu lembut terhadap dirinya sampai sulit dipercaya. Hanya karena Elora pernah berkata "kalung itu bagus", keesokan harinya Rezie langsung menyuruh orang mengantarkan perhiasan bernilai ratusan puluhan miliar itu ke tangannya. Saat Elora kesakitan karena datang bulan hingga meringkuk di atas ranjang, Rezie rela menunda proyek bernilai ratusan miliar, lalu memasakkan teh jahe gula merah sendiri untuk Elora dan menyuapinya sedikit demi sedikit sambil membujuknya agar minum. Di tengak puncak kenikmatan, Rezie akan mencengkeram pinggangnya, lalu memanggilnya "sayang" dengan suara rendah yang serak. Dia juga mengatakan Elora patuh dan membuatnya ketagihan. Bahkan, semua akun media sosialnya pun memakai nama "Für Elise". Elora selalu mengira nama itu adalah untuk mengenang lagu yang dimainkan Elora saat pertemuan pertama mereka dulu. Sampai suatu hari, dia menemukan sebuah album foto lama di ruang kerja pria itu.

View More

Chapter 1

Bab 1

Di usia 20 tahun, Elora menikah dengan sahabat lama ayahnya, Rezie. Pria itu delapan tahun lebih tua darinya dan dikenal sebagai sosok dingin seperti raja neraka di kalangan mereka. Di dunia bisnis, caranya menangani masalah sangat kejam dan tegas. Dia juga tidak pernah dekat dengan wanita.

Namun entah mengapa, pria itu begitu lembut terhadap dirinya sampai sulit dipercaya.

Hanya karena Elora pernah berkata "kalung itu bagus", keesokan harinya Rezie langsung menyuruh orang mengantarkan perhiasan bernilai ratusan puluhan miliar itu ke tangannya.

Saat Elora kesakitan karena datang bulan hingga meringkuk di atas ranjang, Rezie rela menunda proyek bernilai ratusan miliar, lalu memasakkan teh jahe gula merah sendiri untuk Elora dan menyuapinya sedikit demi sedikit sambil membujuknya agar minum.

Di tengak puncak kenikmatan, Rezie akan mencengkeram pinggangnya, lalu memanggilnya "sayang" dengan suara rendah yang serak. Dia juga mengatakan Elora patuh dan membuatnya ketagihan.

Bahkan, semua akun media sosialnya pun memakai nama "Für Elise".

Elora selalu mengira nama itu adalah untuk mengenang lagu yang dimainkan Elora saat pertemuan pertama mereka dulu.

Sampai suatu hari, dia menemukan sebuah album foto lama di ruang kerja pria itu.

Di belakangnya tertulis ....

Di dalam album itu, semuanya adalah foto seorang gadis yang sama. Wajah wanita itu hampir mirip dengan Elora dan dia sedang berdiri di depan piano sambil tersenyum. Di balik foto tertulis:

[ Für Elise, cinta sejatiku. ]

....

Setelah mengetahui kebenarannya, Elora hanya melakukan dua hal.

Yang pertama, pergi ke rumah sakit untuk menggugurkan kandungannya yang sudah berusia lima bulan.

Bayi berusia lima bulan itu sudah bisa menendang perutnya. Di atas meja operasi, Elora menggertakkan gigi tanpa menangis. Namun saat perawat bertanya "mau lihat bayinya?", Elora langsung menggeleng putus asa.

Yang kedua, dia menyusun sebuah perjanjian perceraian.

Lalu, dia menelepon Rezie.

Dulu, setiap kali Elora menelepon, pria itu selalu langsung mengangkat, lalu bertanya dengan suara lembut, "Sayang, ada apa?"

Namun kali ini, Elora menelepon sampai 23 kali sebelum akhirnya tersambung. Dari seberang telepon terdengar suara ramai, lalu diikuti canda teman-temannya, "Seberapa besar sih dampak cinta pertama? Begitu Elise pulang ke negara ini, Rezie langsung ninggalin gadis kecil yang lagi hamil lima bulan di rumah."

"Ya wajar lah, si gadis itu cuma pengganti. Kamu juga tahu seberapa besarnya cinta Rezie dulu ke Elise. Waktu putus, dia hampir mati karena mabuk. Selama bertahun-tahun juga nggak pernah lupa, malah bawa pulang seorang gadis kecil buat dijadiin pengganti."

"Gadis itu juga masih nggak tahu apa-apa, tiap hari nempel terus sama Rezie. Waktu itu aku pernah lihat mereka ciuman, cara si gadis nempel itu, bikin tulangku sampai lemes. Kalau aku punya gadis manja dan lembut kayak gitu di rumah, aku pasti sudah lupa sama Elise."

"Ya mau gimana lagi .... Rezie kelihatannya dingin, padahal aslinya bucin. Seumur hidup cuma cinta Elise. Tadi Elise cuma ngeluh kakinya sakit gara-gara pakai sepati hak tinggi, dia langsung gendong Elise buat beli sepatu flat ...."

Elora menggenggam ponselnya sambil berderai air mata. Saat itu, tiba-tiba suasana di seberang telepon menjadi hening.

"Siapa yang angkat teleponku?" Suara Rezie tiba-tiba terdengar.

"Hah? Nggak tahu, mungkin nggak sengaja kepencet ...."

Terdengar suara langkah kaki, lalu suasana kembali tenang.

Saat Rezie berbicara lagi, suara lembut yang dulu membuatnya tenggelam kembali terdengar dari ujung telepon, "Sayang, ada apa? Kamu nggak bisa tidur karena petir?"

"Hari ini aku ada jamuan bisnis, nanti pulang agak larut untuk temani kamu dan bayi, ya?"

Elora menarik napas dalam-dalam. "Aku mau cari kamu untuk tanda tangan percer ...."

Belum sempat ucapannya selesai, suara seorang wanita terdengar, "Rezie, kakiku sakit ...."

Dia terdiam sejenak, lalu buru-buru berkata kepada Elora, "Yang patuh ya, tidur dulu. Nanti aku pulang temani kamu."

Setelah itu, telepon langsung terputus.

Elora tersenyum. Setelah menyeka semua air matanya, dia mengangkat pandangan ke atas meja.

Di sana ada dua "hadiah", semuanya untuk Rezie.

Satu lembar perjanjian perceraian dan satu kotak hadiah, di dalamnya berisi bayi mereka yang telah digugurkan.

Orang yang mengkhianati ketulusan, pantas menelan sepuluh ribu jarum. Elora memang masih muda, tapi bukan berarti bisa menanggung kebohongan seperti ini. Orang yang menipunya, tidak akan dia pertahankan.

Elora bisa mencintai sepenuh hati, tetapi juga mampu melepaskan.

Entah sudah berapa lama Elora duduk, akhirnya dia berdiri, lalu memasukkan kotak berisi bayi itu ke dalam kulkas. Namun tepat saat itu, terdengar suara dari pintu depan vila.

"Sayang, kenapa belum tidur?" Rezie melepas jasnya sambil berjalan mendekat, dasinya tergantung longgar di leher. "Lagi cari apa di kulkas? Lapar?"

Elora tidak menjawab. Dia hanya menatap Rezie dengan tenang.

Rezie agak tidak terbiasa dengan sikap dingin gadis itu. Dari belakang, dia mengeluarkan sebuah kotak makanan yang indah dan sorot matanya tampak lembut. "Aku keliling satu kota buat beliin ini. Bukannya akhir-akhir ini kamu suka makan ini?"

Rezie menata satu per satu makanan di atas meja, semuanya adalah makanan favorit Elora selama beberapa bulan terakhir saat dia mengalami mual kehamilan.

Kalau dulu, Elora pasti sudah langsung memeluk dan menciumnya. Namun sekarang, yang dia rasakan hanya ironi.

"Kenapa cuma bengong? Apa bayi di dalam perutmu lagi bikin kamu nggak nyaman?"

Sambil berkata demikian, tangan Rezie hendak menyentuh perutnya. Elora menahan tangannya, lalu menyerahkan sebuah dokumen. "Tanda tangan."

Rezie tertegun sejenak. Saat hendak membuka dan melihatnya, ponselnya tiba-tiba berdering.

Nama penelepon itu terlihat jelas olehnya, Elise.

Setelah panggilan tersambung, entah apa yang dikatakan dari seberang, raut wajah Rezie sedikit berubah. Setelah menutup telepon, dia bahkan tidak melihat isi dokumen itu dan langsung menandatanganinya dengan cepat.

Kemudian, dia mengambil kunci mobil dan bersiap untuk pergi.

"Sayang, aku ada urusan mendadak yang harus diurus. Kamu tidur dulu, ya."

Saat sampai di pintu, Rezie kembali menambahkan dengan lembut, "Mau beli apa pun langsung beli saja, nggak perlu cari aku buat tanda tangan. Kita ini suami istri, semua harta milik bersama."

Elora menggenggam erat lembar perjanjian perceraian yang sudah dia tanda tangani, lalu sedikit tersenyum tipis. "Rezie, sebentar lagi, kita bukan suami istri lagi."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Nur Azielah
Nur Azielah
sudah topap,kenapa x boleh bukak...tak faham betul
2026-06-23 14:23:18
0
0
Aisyah Erna
Aisyah Erna
knp gk bs di buka pake koin
2026-06-22 16:14:41
0
0
Made Vina Wati
Made Vina Wati
bacanya bikin sesek dada🥹
2026-06-22 13:58:11
0
0
sherlyauliaputry17
sherlyauliaputry17
seru banget cerita y
2026-06-19 15:41:56
2
0
Yenita Siregar
Yenita Siregar
happy ending untuk elora dan Chandra
2026-06-17 14:09:22
4
0
26 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status